Hotnews
Pemerintahan
Kemenag Bukittinggi Matangkan Persiapan Pembinaan Warga Binaan
Bukittinggi,detikjamgadang--Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi bergerak cepat menindaklanjuti penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bukittinggi tentang penyelenggaraan Program Pesantren bagi Warga Binaan Pemasyarakatan. Sebagai bentuk komitmen terhadap implementasi kerja sama tersebut, Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren menggelar rapat tindak lanjut dan pembagian tugas bagi seluruh pemateri.
Bertempat di Mushalla Kantor Kemenag setempat.
Rabu, 22 dan 2026.
Rapat dipimpin oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Zulfabriandi bersama Kepala Seksi Bimas Islam, H. Zulfikar dan diikuti oleh para calon pemateri yang akan terlibat dalam pelaksanaan Program Pesantren Lapas di Lapas Kelas IIA Bukittinggi.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah dilaksanakan pada Senin (20/7/2026) lalu antara Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi dengan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bukittinggi.
Program tersebut bertujuan memberikan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan kepada warga binaan melalui sistem pendidikan pesantren.
Dalam arahannya, Zulfabriandi menyampaikan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh tersusunnya kurikulum yang baik, tetapi juga oleh kesiapan para pemateri dalam menyampaikan materi secara terstruktur, humanis, dan sesuai dengan kebutuhan warga binaan.
"Program Pesantren Lapas merupakan bentuk nyata pelayanan keagamaan yang diharapkan mampu memberikan pembinaan spiritual, membangun karakter, serta menumbuhkan semangat hijrah bagi warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik," ungkap Zulfabriandi
Sementara itu, H. Zulfikar menegaskan pentingnya sinergi dan komitmen seluruh pemateri dalam menjalankan amanah tersebut. Menurutnya, para pengajar tidak hanya bertugas mentransfer ilmu agama, tetapi juga menjadi teladan dan motivator bagi warga binaan dalam menjalani proses pembinaan.
"Kita berharap Program Pesantren Lapas dapat menjadi salah satu model pembinaan keagamaan yang berkesinambungan di lingkungan pemasyarakatan serta mampu memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter warga binaan. Sesuai tujuannya, masuk napi keluar santri dan da'i," harap H. Zulfikar
Melalui program ini, Kementerian Agama Kota Bukittinggi semakin menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan.
(Andreas)
Via
Hotnews
Posting Komentar