Sering orang keliru dan menyamakan Kato nan ampek dg Langgam nan ampek, dan sampai sekarang bahkan diaminkan saja oleh guru Mulok Keminanagkabauan/BAM Disekolah sekolah disampaikan ke siswanya
Padahal, kedua pituah fikosofi adat ini.jauh berbeda.
Deveinisi langgam nan ampek...
1. Langgam adalah intonasi berbicara atau adat berbicara, komunikasi metode berbicara. Dengan siapa beebicata, apa yang dibicarakan dan kapan mesti beebicara..
2. inilah kalimat langgam nan ampek.(kato mandaki kpd yg besar, kato malerenag kpd yg diaegani, kayo manurun kpd anak anak dan kato mandata kpd kawan samo gadang)
Kato.nan ampek....
Dalam adat Minangkabau, Kato nan Ampek (Empat Perkataan) adalah kato pusako, kato mufakat, kato dahulu batapati, dan kato kudian dicari. Keempat unsur ini menjadi landasan hukum, etika bermusyawarah, dan pedoman bertutur dalam mengambil keputusan di tengah masyarakat.
Makna Empat Perkataan (Kato nan Ampek)Kato Pusako: Segala pepatah, petitih, dan undang-undang adat yang diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang bersumber dari falsafah alam takambang jadi guru serta ajaran agama, bersifat mutlak dan tidak dapat diubah.Kato Mufakat: Keputusan bersama yang dicapai melalui proses musyawarah mufakat bulat (bukan pemungutan suara atau voting) antara penghulu, niniek mamak, dan anak nagari.Kato Dahulu Batapati: Segala janji, ketetapan, atau keputusan awal yang sudah disepakati bersama dalam musyawarah harus dipegang teguh, ditepati, serta dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.Kato Kudian Dicari: Kebijaksanaan lanjutan jika di kemudian hari ditemukan kendala atau masalah baru atas keputusan lama, sehingga perlu dicari jalan keluar, solusi, atau permufakatan baru secara bijak tanpa memaksakan kehendak.
.
Via
Adat
Posting Komentar