Bukittinggi,detikjamgadang--Dalam rangka memanfaatkan momentum Rashdul Kiblat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Irwan mengajak umat dan masyarakat untuk kembali memastikan keakuratan arah kiblat sebagai salahsatu syarat sah shalat.
Ajakan ini disampaikan Kakan Kemenag sehari sebelum peristiwa Rashdul Kiblat.
Selasa, 14 Juli 2026.
Allah SWT menegaskan
فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗۗ
Penggalan ayat tersebut terdapat dalam Surat Al-Baqarah ayat 144.
Allah SWT berfirman: Hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu.
"Mari manfaatkan momen istimewa ini, untuk menentukan arah kiblat di masjid, mushalla, rumah atau tempat ibadah kita untuk kembali memastikan keakuratan arah kiblat sebagai salahsatu syarat sah shalat," ajak H. Irwan
Rashdul Kiblat (Istiwa A'zam) adalah fenomena astronomis saat Matahari tepat berada di atas Ka'bah. Akibatnya, bayangan dari semua benda tegak lurus di bumi otomatis mengarah tepat ke arah kiblat.
"Momen ini menjadi cara paling praktis dan akurat untuk meluruskan arah kiblat. Untuk itu, mari kita cek kembali agar arah kiblat kita betul-betul mengararah ke Baitullah," ulasnya
H. Irwan menambahkan, fenomena Rashdul Kiblat terjadi pada hari Rabu dan Kamis atau tanggal 15 dan 16 Juli 2026 pukul 16.27 WIB.
Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi melalui Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) serta Kantor Urusan Agama, juga akan melakukan pengecekan di beberapa lokasi berbeda pada hari dan waktu tersebut.
H. Irwan menyebutkan ada 5 ketentuan untuk mengukur kembali arah kiblat:
1. Waktu: Rabu-Kamis, 15-16 Juli 2026, pukul 16.27 WIB.
2. Pilih lokasi:
Cari tempat yang rata dan terkena cahaya matahari langsung pada jam yang ditentukan.
3. Siapkan alat:
Gunakan tongkat yang lurus atau pasang benang yang diberi beban (bandul) agar benar-benar berdiri tegak.
4. Amati bayangan: Tepat pada pukul 16.27 WIB, amati bayangan tongkat atau benang tersebut.
5. Tarik garis:
Tandai ujung bayangan. Tarik garis lurus dari ujung bayangan ke pangkal tongkat. Garis inilah yang menjadi arah kiblat sejati yang menghadap ke Ka'bah.
(Andreas)
Via
Agam
Posting Komentar