Detikjamgang, Bukittinggi – Hakikat kemerdekaan sejatinya bukan sekadar euforia tanpa makna, melainkan perjuangan berkelanjutan untuk membebaskan bangsa dari kemiskinan, kebodohan, dan ketertindasan.
Dalam konteks kekinian, mengisi kemerdekaan harus diwujudkan melalui aksi nyata, salah satunya dengan membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan memberikan ruang apresiasi bagi karya anak bangsa.
Semangat itulah yang melandasi perhelatan peluncuran (launching) buku anak dan nonton bareng (nobar) film karya generasi muda di Almaz Fried Chicken Jambu Air, Kabupaten Agam, Minggu (9/8).
Kegiatan yang digagas Sanggar Seni Om Sibro berkolaborasi dengan Rumah Literasi Ashpen ini menjadi bukti nyata pembentukan karakter dan mental generasi penerus.
Acara tersebut menghadirkan peluncuran buku kumpulan cerita anak karya Om Sibro serta karya Yaya Aulia (19) yang telah menghasilkan sekitar 25 judul buku. Tak hanya literasi, ruang ekspresi ini juga meluncurkan film “Hutan Kebaikan” produksi TVRI Sumbar yang diperankan anak-anak binaan Sanggar Seni Om Sibro, serta film “Penantian Kembali Bersamamu” karya Rahmad Fajar (mahasiswa ISI Padangpanjang).
Kegiatan-kegiatan ini menjadi luar biasa karena dihadiri oleh dua orang anggota DPRD kota Bukittinggi.
Kehadiran dua legislator Kota Bukittinggi, yakni Wakil Ketua DPRD Bukittinggi Zulhamdi Nova Candra IB Zoebir Dt.Nagari Labiah dan anggota DPRD Bukittinggi Shabirin Rahmat menjadi perhatian utama.
Keduanya tampak antusias dengan kegiatan ini apalagi melihat akting yang dimainkan anak-anak begitu luar biasa. Bahkan keduanya mengikuti bacara hingga akhir.
Wakil Ketua DPRD Bukittinggi Zulhamdi Nova Candra IB Zoebir Dt.Nagari Labiah mengaku sangat tercengang melihat capaian anak-anak muda di bidang literasi maupun film.
"Terus terang saya sangat tercengang dengan apa yang telah ditampilkan hari ini. Anak seusia Yaya Aulia, yang baru 19 tahun, sudah mampu menghasilkan sekitar 25 buku. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa dan patut kita apresiasi," ujar Zulhamdi.
"Dari kegiatan seperti ini kita bisa melihat bahwa ternyata banyak potensi anak-anak yang selama ini tidak terpublikasi. Berbagai potensi ini akan menjadi masukan bagi kami di DPRD untuk mendorong adanya perhatian dan dukungan terhadap kegiatan pengembangan kreativitas generasi muda ke depan," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, anggota DPRD Bukittinggi Shabirin Rahmat turut memuji keberanian dan mental anak-anak sanggar yang terlatih sejak dini.
"Potensi-potensi seperti ini ternyata banyak yang belum kami ketahui di DPRD. Seperti yang disampaikan Wakil Ketua DPRD tadi, kegiatan seperti ini harus mendapatkan perhatian," kata Shabirin Rahmat.
"Anak-anak seperti ini mentalnya akan semakin kuat. Mereka tidak akan canggung lagi ketika nantinya harus beradaptasi di lapangan maupun tampil di depan teman-temannya karena mental mereka sudah diasah sejak dini. Kolaborasi Sanggar Seni Om Sibro dengan lembaga Ashpen dan dukungan media tentu akan menambah semangat mereka," tambahnya.
Apresiasi dari para wakil rakyat tersebut disambut hangat oleh founder Ashpen, Zulfamiadi. Ia menegaskan bahwa esensi mengisi kemerdekaan harus digeser ke arah pembangunan kualitas SDM yang substantif melalui karya, bukan sekadar hiburan semata.
"Mengisi kemerdekaan harus dengan pembangunan sumber daya manusia melalui karya nyata. Jangan hanya sebatas seremoni seperti panjat pinang atau hiburan dalam bentuk permainan saja. Dari gerakan literasi yang kita tanamkan hari ini, kelak akan lahir pemimpin-pemimpin hebat di masa mendatang," tegas Zulfamiadi.
Zulfamiadi juga menyampaikan rasa bangganya atas dukungan lintas partai dari kedua anggota dewan yang disapa erat sebagai dua inyiak.
"Kehadiran dua inyiak selaku anggota dewan yang datang dari bendera politik berbeda ini menunjukkan support penuh dan komitmen nyata terhadap gerakan literasi di daerah kita," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Zulfamiadi turut mengulas rekam jejak pengelola Sanggar Seni Om Sibro, Ivan Sibro, yang sebelumnya telah sukses menggarap karya sinematografi berbasis literasi.
"Ivan Sibro ini juga telah sukses membuat film berjudul 'Jerit', yang disarikan langsung dari buku karya karangannya sendiri, 'Yatim Love Unlimited'. Ini membuktikan bahwa karya literasi bisa hidup dan memberi dampak luas ketika ditransformasikan ke media film," ujar Zulfamiadi.
Menumbuhkan Kepercayaan Diri dan Momen Emosional
Pemilik sekaligus pengelola Sanggar Seni Om Sibro, Ivan Sibro, menjelaskan bahwa tujuan utama rangkaian acara ini diselenggarakan adalah untuk memupuk rasa percaya diri pada diri anak didik agar bangga terhadap karya mereka.
"Kegiatan ini dilakukan untuk menambah kepercayaan diri anak-anak didik, bahwa karya yang mereka ciptakan itu sangat luar biasa dan patut diapresiasi," tutur Ivan.
Ivan juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dukungan lintas partai dari dua inyiak anggota DPRD Kota Bukittinggi yang hadir.
"Saya sangat berterima kasih atas support dari dua anggota DPRD Bukittinggi. Walau berasal dari bendera politik yang berbeda, beliau berdua dipersatukan oleh satu semangat kebangsaan yang sama. Ini hal yang sangat luar biasa," kata Ivan.
Sementara itu, Dewan Syari'ah Ashpen H. Syamsul Bahri menyampaikan rasa haru hingga meneteskan air mata saat menyaksikan pemutaran film kedua (“Penantian Kembali Bersamamu”) yang turut diperankan langsung oleh Ivan Sibro. Ia mengacungi jempol kepada generasi muda yang memilih fokus berkarya ketimbang hanyut dalam ketergantungan gadget.
"Kolaborasi seperti ini sangat penting dan wajib kita hargai. Jujur, saya sangat terharu hingga meneteskan air mata melihat alur ceritanya. Saya sangat bangga dan mengapresiasi anak-anak muda ini. Di saat kawan-kawan sebayanya sibuk dengan gadget, mereka justru sanggup berkarya. Mereka inilah nyata-nyatanya harapan bangsa," puji Syamsul Bahri.
Di sisi lain, Ketua Rumah Literasi Ashpen Trisno Edward mengucapkan puji syukur atas peluncuran buku novel perdana dari Rumah Literasi Ashpen yang berjudul 'Bukan Kami yang Menolong Mereka' karya penulis muda berbakat, Denia Auliya.
Selain itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Om Ivan Sibro selaku pemilik Ivan Sibro Production dan Owner Sanggar Seni Sibro yang telah membantu dan berkolaborasi dalam kegiatan peluncuran buku, sekaligus acara nonton bareng film 'Hutan Kebaikan' dan Penantian 'Kembali Bersamamu'.
Kami juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas kehadiran Wakil Ketua DPRD Bukittinggi Zulhamdi Nova Candra IB Zoebir Dt Nagari Labiah bersama anggota DPRD Bukittinggi Shabirin Rahmat yang turut memberikan motivasi dan dukungan penuh sehingga acara ini dapat berjalan dengan lancar.
Besar harapan kami ke depannya untuk terus mendapatkan dukungan dari jajaran anggota DPRD Bukittinggi serta seluruh lapisan masyarakat dalam menyukseskan program-program Rumah Literasi aspen.
Terima kasih pula kami ucapkan kepada seluruh pihak dan teman-teman atas kebersamaannya selama ini."
Menutup kegiatan, Ivan Sibro mengaitkan semangat berkarya ini dengan momentum bulan kemerdekaan Republik Indonesia sebagai ajakan untuk terus melanjutkan nilai-nilai perjuangan pahlawan.
"Bulan ini merupakan bulan yang bersejarah bagi bangsa kita, yaitu bulan kemerdekaan. Semangat juang yang kita berikan sebagai anak bangsa salah satunya adalah melalui karya dan kegiatan positif seperti ini. Inilah yang bisa kita berikan untuk membangun dan membangkitkan kembali semangat para pejuang terdahulu," pungkas Ivan.
Melalui sinergi antara Sanggar Seni Om Sibro, Rumah Literasi Ashpen, wakil rakyat, dan insan pers, momen kemerdekaan kali ini diisi dengan kerja nyata pembangunan SDM—mencetak generasi literat, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
Pewarta :cw
Via
Budaya
Posting Komentar