Detikjamgadang, AROSUKA, SOLOK — Bencana banjir bandang (galodo) dan tanah longsor yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, menyisakan kisah dramatis dari warga terdampak. Salah satu peristiwa penyelematan menegangkan terjadi pada keluarga Ibu Ika, warga Lubuk Selasih yang rumahnya berada tepat di dekat aliran anak sungai berseberangan dengan Kompleks Pemkab Solok.
Saat banjir bandang meluap, tiga orang putri dari Ibu Ika terkurung di dalam rumah dalam kondisi listrik padam, tanpa sinyal komunikasi, serta air bercampur lumpur yang terus meninggi. Ketiga anak tersebut terpaksa bertahan di atas sofa sambil menunggu bantuan.
Mendengar kabar bahaya, kedua orang tua korban yang saat itu berada di luar kawasan langsung bergegas pulang. Meski aparat keamanan sempat melarang warga memasuki zona bahaya akibat pekatnya lumpur dan potensi galodo susulan, kedua orang tua tersebut nekat menerobos mencari jalan alternatif demi menyelamatkan buah hati mereka.
Akses masuk melalui pintu dan jendela rumah sempat tertahan oleh reruntuhan material serta terali besi. Evakuasi akhirnya berhasil dilakukan setelah orang tua korban menjebol dinding bangunan yang retak di samping rumah tetangga. Ketiga anak tersebut berhasil dikeluarkan dengan selamat tepat beberapa saat sebelum gelombang galodo susulan kembali menghantam lokasi.
Akibat musibah ini, rumah keluarga Ibu Ika mengalami rusak berat pada bagian depan dan tiga unit sepeda motor tertimbun material. Sebuah batu berukuran besar di depan rumah menjadi penahan alami yang mencegah reruntuhan material menghantam seluruh struktur bangunan.
Sementara itu, proses pencarian korban terdampak lainnya terus membuahkan hasil. Korban kedua yang terseret arus dari area rumah makan di tepi jalan lintas nasional berhasil ditemukan di kawasan Jawi-Jawi dan telah dimakamkan oleh pihak keluarga.
Berdasarkan penuturan warga setempat, lokasi terdampak merupakan alur anak sungai yang biasanya kering dan tidak berair. Menurut catatan sejarah warga lokal, kawasan tersebut pernah dihantam bencana serupa sekitar seratus tahun lalu. Saat ini, penanganan material longsor dan pembersihan jalur utama terus difokuskan oleh tim gabungan di posko utama.
Pewarta :Bus.J
Via
peristiwa
Posting Komentar