Detikjamgadang,Bukittinggi-- Dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mewujudkan keluarga yang harmonis, kokoh dan berlandaskan nilai-nilai agama, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Zulfikar, beserta jajaran melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) program Keluarga Sakinah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), Rabu (7/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenag Bukittinggi memastikan pembinaan keluarga sakinah berjalan secara optimal di tingkat kecamatan. Monev juga menjadi momentum untuk memperkuat peran penghulu dan penyuluh agama Islam dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan keluarga di era saat ini.
Dalam kesempatan tersebut, H. Zulfikar mengajak para penghulu dan penyuluh agama untuk terus meningkatkan pembinaan keluarga dengan mengedepankan pendekatan keagamaan.
Menurutnya, ketahanan keluarga tidak hanya dibangun melalui aspek sosial dan ekonomi, tetapi juga melalui penguatan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. “Ketahanan keluarga harus kita perkuat melalui bahasa agama. Penghulu dan penyuluh agama memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa keluarga sakinah bukan hanya tentang kehidupan yang harmonis, tetapi juga bagaimana keluarga mampu menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam menghadapi setiap persoalan,” ujar H. Zulfikar.
Ia menambahkan, pembinaan keluarga sakinah hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dilakukan secara berkelanjutan dengan pendampingan yang nyata kepada keluarga di tengah masyarakat.
H. Zulfikar juga menegaskan bahwa setiap kecamatan di Kota Bukittinggi diharapkan memiliki minimal satu keluarga percontohan yang dapat menjadi model dalam pembinaan keluarga sakinah. “Setiap kecamatan minimal harus memiliki satu keluarga percontohan. Keluarga ini nantinya dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam membangun rumah tangga yang harmonis, religius, saling menghargai dan mampu menyelesaikan persoalan keluarga dengan pendekatan yang baik,” jelasnya.
Untuk Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, ditetapkan Kelurahan Puhun Tembok dan Kelurahan Campago Guguak Bulek sebagai lokasi pembinaan dan pengembangan keluarga percontohan Keluarga Sakinah.
Menurutnya, pemilihan keluarga percontohan bukan sekadar untuk memenuhi program, melainkan diharapkan mampu menghadirkan praktik baik yang dapat ditularkan kepada keluarga lainnya. “Harapan kita, keluarga percontohan ini benar-benar dapat menjadi role model di tengah masyarakat. Ketika ada keluarga yang mampu membangun komunikasi yang baik, saling menghormati, memahami kewajiban dan hak masing-masing serta menjadikan agama sebagai pedoman, maka nilai-nilai tersebut dapat menginspirasi keluarga lainnya,” tambahnya.
Melalui kegiatan Monev tersebut, Kemenag Bukittinggi berharap pembinaan Keluarga Sakinah di setiap kecamatan semakin terarah dan berkelanjutan. Sinergi antara KUA, penghulu, penyuluh agama dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan keluarga yang tangguh dalam menghadapi tantangan sekaligus menjadi fondasi bagi terwujudnya masyarakat yang religius, harmonis dan berkualitas.
Pembinaan juga dilakukan dengan bekerjasama dengan Puskesmas, dan pemerintahan kelurahan.
Sinergitas diperlukan agar tercapai target pembinaan. (Syafrial)
Via
agama
Posting Komentar