-->
Telusuri
  • Berita Terkini
  • Profil
  • Movies
  • News
  • Beranda
  • Video
    • Semua Video
    • Adat & Budaya
    • Pendidikan
    • Wisata
  • Kategori
    • Berita Terkini
    • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Olahraga
  • Menu
    • 🏠 Beranda
    • Bukittinggi
    • Kabupaten Agam
    • Sumatera Barat
    • Nasional
    • Adat & Budaya
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Motivasi
    • Opini
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Kontak
    • Privacy Policy
Telusuri
Beranda budaya hotnews Masuki Usia 89 Tahun, Museum Rumah Adat Nan Baanjuang Terus Melaju dan Berinovasi
budaya hotnews

Masuki Usia 89 Tahun, Museum Rumah Adat Nan Baanjuang Terus Melaju dan Berinovasi

adm
adm
03 Jul, 2024 0 0
Masuki Usia 89 Tahun, Museum Rumah Adat Nan Baanjuang Terus Melaju dan Berinovasi
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Anda mungkin menyukai postingan ini



Bukittinggi,detikjamgadang_Jadi Sarana Edukasi Sejarah dan Budaya, Dikunjungi Tamu-tamu Mancanegara 

Museum Rumah Adat Nan Baanjuang yang berlokasi di kawasan Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan Kota Bukittinggi, dikenal sebagai Museum Etnografi. Museum ini menyimpan koleksi benda-benda tradisional Minangkabau termasuk benda cagar budaya. 

Saat ini, Museum Rumah Adat Nan Baanjuang sudah memasuki usia 89 tahun.Museum ini didirikan oleh seorang Belanda yang bernama Mr. Mondelar Countrolleur pada tanggal 1 Juli 1935. Museum berbentuk bangunan berupa rumah tradisional yang memiliki anjuang kiri dan kanan. Hampir semua bahan bangunan masih terlihat ketradisionalannya, seperti atap bangunan dari ijuk, dinding kayu/bambu serta berlantai kayu.

Trisno Edward—Bukittinggi 
 
Museum ini didirikan bertujuan untuk menghimpun benda-benda sejarah dan budaya Tanah Minang. Dulunya museum ini bernama Museum Bundo Kanduang. Sesuai dengan Perda Kota Bukittinggi No. 5 tahun 2005 maka berganti nama menjadi Museum Rumah Adat Baanjuang. Luas bangunannya ialah 2798 m2.
 
Kebanyakan koleksi Museum Rumah Adat Baanjuang ini termasuk dalam kategori etnografika, numismatika, binatang yang diawetkan, dan sebagainya. 

Menariknya, museum ini juga menyimpak awetan binatang dengan kondisi fisik langka, sebagaimana koleksi yang dipajang di vitrin, terdapat kerbau berkepala dua, berkaki delapan, hingga kambing yang bermuka dua. Tersimpan juga koleksi miniatur rumah gadang, surau, rumah makan, yang kesemuanya amat menarik perhatian, dikarenakan rumah-rumah tradisional tersebut ternyata kian makin sulit ditemukan di Tanah Minang.

Di Momentum Hari Jadi Museum Rumah Adat Nan Baanjuang ke 89, Rakyat Sumbar mencoba menelusuri benda-benda bersejarah dan tradisional,yang bersemayam di museum tersebut. Saat memasuki museum, kami disambut ramah oleh para petugas museum. Kemudian, kami langsung melihat-lihat benda-benda koleksi yang ada. Selain itu, museum juga sudah ramai oleh para pengunjung. 

Selang tidak berapa lama, kami bertemu dengan Santi, Sang Edukator Museum Rumah Adat Nan Baanjuang. 

Lalu, Santi menceritakan di Museum Rumah Adat Nan Baanjuang, para pengunjung mendapat edukasi tentang benda-benda koleksi di museum. Mereka juga disuguhkan pelayanan prima dari seluruh petugas atau staf Museum Rumah Adat Nan Baanjuang.

“Melalui Pelayanan Prima yang kita berikan, para pengunjung merasa nyaman di dalam museum. Khusus pengunjung kita banyak berasal dari keluarga dan sekolah-sekolah di Kota Bukittinggi maupun luar Sumbar. Kita juga pernah mendapat kunjungan dari tamu-tamu Negara Asia dan Eropa. Untuk tamu mancanegara, mereka mengunjungi museum sekaligus bertanya tentang budaya alam Minangkabau. Mereka pun sangat antusias datang ke Museum Rumah Adat Nan Baanjuang ini,”terang Santi.

Menurut Santi, Museum Rumah Adat Nan Baanjuang juga dimanfaatkan untuk pertemuan dari instansi dan sebagainya, Pra Karantina ajang Bujang jo Gadih, pertemuan bundo kanduang, tempat Pre-Wedding dan sebagainya. 

Mayoritas pengunjung menanyakan semua benda koleksi. Santi dan tim Museum Rumah Adat Nan Baanjuang menerangkan per benda. Koleksi yang paling menarik adalah patung satwa berkepala dua serta mata uang.

Di dalam Museum RANB ini, juga ditemukan sebuah benda cagar budaya meriam yang juga ada pelurunya. Museum RANB memilii barcode, website dan sebagainya. Pengunjung mengisi buku tamu memakai barcode. Selain itu, iven-iven dan kegiatan Museum Rumah Adat Nan Baanjuang bisa dilihat di website, instagram dan facebook museum. 

“Setiap bulan, pengunjung Museum Rumah Adat Nan Baanjuang meningkat.Bulan Juni 2024, ada sebanyak 7700 pengunjung. Kita berharap tambah banyak anak sekolah atau siswa yang tahu tentang benda-benda tradisional Minangkabau. Mereka dapat merasakan enak dan asyiknya belajar di museum,”harap Santi.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disdikbud Bukittinggi H.Heru Triastanawa mengungkapkan Bidang Kebudayaan selalu berinovasi untuk Museum Rumah Adat Nan Baanjuang.

“Kita terus mempromosikan kegiatan untuk pelajar dan memperkenalkan museum. Kita akan terus menambah koleksi benda cagar budaya dan peninggalan di Museum Rumah Adat Nan Baanjuang. Kedepan, kita ingin ada studio untuk pemutaran film sejarah Bukittinggi dan Kurai V Jorong sehingga pengunjung tidak monoton. Untuk kunjungan cukup meningkat terutama Sabtu dan Minggu.Mereka pun berkeliling melihat koleksi Museum Rumah Adat Nan Baanjuang tersebut. Semoga kedepan, kita bisa menambah fasilitas di Museum Rumah Adat Nan Baanjuang termasuk pagelaran seni, galeri budaya dan sarana kuliner khas Kurai,”ungkap Heru.

Sejumlah generasi millenial yang berkunjung ke Museum Rumah Adat Nan Baanjuang menyampaikan kekagumannya terhadap isi koleksi museum. Bela, Nayla, Puja dan Raysa dari SMAN 5 Bukittinggi mengaku bahwa mereka bisa belajar di museum ini sekaliugus melihat secara dekat benda-benda cagar budaya dan tradisional Minangkabau di masa lampau.

Kunjungan dan penelesuran di Museum Rumah Adat Nan Baanjuang berakhir seiring sang hujan sudah turun dengan deras serta membasahi atap Museum bersejarah itu.***
Via budaya
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar


Donasi Sekarang

Mari salurkan bantuan Anda untuk saudara kita melalui rekening berikut:

BSI (Bank Syariah Indonesia) 7147958751
BRI (Bank Rakyat Indonesia) 061701003685537
Bank Nagari 020023100051

a.n Anshorullah Peduli Negeri

Konfirmasi Donasi

Total Tayangan Halaman

Featured Post

Yakin sudah tahu tentang Aqikah.!?

adm- 03.09 0
Yakin sudah tahu tentang Aqikah.!?
Pengertian Aqiqah Aqiqah adalah penyembelihan hewan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak, yang dilakukan dengan niat …

Hikmah Dalam Detik

bijak

arsip

  • 2026115
  • 202533
  • 202479

Cari Blog Ini

Most Popular

Ivan A. Sibro, Penggerak Sastra dan Budaya di Bukittinggi

Ivan A. Sibro, Penggerak Sastra dan Budaya di Bukittinggi

22.58
Program Pesantren Lapas: Ikhtiar Melahirkan Santri Dari Balik Jeruji

Program Pesantren Lapas: Ikhtiar Melahirkan Santri Dari Balik Jeruji

23.41
Walikota di Australia Jadi “Jangkar” Kampus Daerah, Dari Tanah Sampai Kerja untuk Lulusan

Walikota di Australia Jadi “Jangkar” Kampus Daerah, Dari Tanah Sampai Kerja untuk Lulusan

06.10
detikjamgadang

Tentang Kami

Media Informasi, edukasi, dan inspirasi yang menghubungkan masyarakat dengan pengetahuan, peluang, dan perkembangan terkini. Dengan semangat profesionalisme dan inovasi, kami terus berupaya menghadirkan konten yang informatif, mencerdaskan, serta memberikan manfaat nyata bagi pembaca di seluruh Indonesia. .

Contact us: adm@detikjamgadang.com
Copyright©2026 detikjamgadang.com