pendidikan
KKG Gugus 1 Guguakpanjang Angkat Pendidikan Berbasis AdabGelar Hari Belajar Guru pendidikan
Bukittinggi, detikjamgadang---Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 1 Rancak Bana Kecamatan Guguakpanjang mengadakan Hari Belajar Guru mengangkat tema “Pendidikan Berbasis Adab”, Kamis (10/9). Kegiatan Hari Belajar Guru ini digelar di SDN 14 Aua Tajungkang Tangah Sawah.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi Albertiusman, S.Si., M.Si., Pengawas Sekolah Gugus 1 Sri Yomila Putri, M.Pd , Kepala SD selingkup Gugus 1 Kecamatan Guguakpanjang, serta para guru.
Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Gugus I Kecamatan Guguakpanjang Dasril, M.Pd mengatakan Kelompok Kerja Guru adalah sarana meningkatkan kompetensi guru sekaligus memberikan pencerahan kepada para guru.
“Untuk KKG hari ini, kita mengangkat tema “Pendidikan Berbasis Adab”. Karena kecerdasan spiritual jarang tersentuh. Saat ini, anak-anak krisis adab. Adab butuh keteladanan dan coba disentuh melalui guru-guru. Kami sebegai Ketua Gugus I sangat bangga dengan antusias para guru,”ujar Dasril yang juga Kepala SDN 01 Benteng Pasar Atas Bukittinggi.
Dasril berharap Pendidikan berbasis Adab ini bisa diimplementasikan ke siswa melalui guru-guru.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi Albertiusman, S.Si., M.Si menegaskan bahwa keorisinilan pendidikan karakter sesungguhnya adalah adab.
Pendidikan adab harus menjadi bagian penting dalam proses pendidikan karena adab bukan hanya sesuatu yang diajarkan melalui kata-kata, melainkan sesuatu yang dicontohkan melalui keteladanan.
“Adab itu adalah sesuatu yang dicontohkan. Mengajarkan adab itu lebih awal atau mendahului ilmu,” ungkap Albertiusman.
Menurutnya, adab perlu ditanamkan secara mendalam melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Guru tidak hanya memiliki tugas mengajar, tetapi juga menjadi sosok yang terus belajar dan memberikan contoh kepada peserta didik.
Pesan mendalam juga disampaikan pembicara utama Ustadz Dr. Muttaqin, S.Pd.I., M.H. Dalam tausiahnya, ia mengajak para pendidik untuk kembali menempatkan adab sebagai fondasi utama dalam pendidikan.
Ustadz Muttaqin menegaskan bahwa adab lebih mahal daripada apapun.
Pendidikan tidak semestinya hanya berorientasi pada pencapaian angka, nilai, atau prestasi akademik, tetapi harus mampu melahirkan manusia yang memiliki keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia.
Dalam perspektif pendidikan berbasis adab, keberhasilan sebuah sekolah tidak cukup diukur melalui nilai rapor, prestasi akademik, atau berbagai capaian angka lainnya. Ada indikator yang jauh lebih mendasar, yakni bagaimana peserta didik menunjukkan sikap, perilaku, kesantunan, tanggung jawab, dan penghormatan kepada orang lain.
Tujuan pendidikan berbasis adab itu intinya peningkatan keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia. Inilah yang seharusnya menjadi indikator sekolah henat. Sekolah hebat itu bukan saja diukur berdasarkan angka-angka, tetapi juga dilihat dari indikator adab.”
Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi para guru Gugus 1. Di tengah perkembangan zaman dan tantangan pendidikan yang semakin kompleks, sekolah perlu memastikan bahwa kemajuan teknologi dan inovasi pembelajaran tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan adab
Kegiatan Hari Belajar Guru Gugus 1 akhirnya bukan sekadar forum untuk menambah wawasan pendidik, tetapi menjadi ruang untuk berhenti sejenak, melakukan refleksi, dan menguatkan kembali komitmen bahwa mendidik adalah amanah.(WE)
Via
pendidikan
Posting Komentar