Kamis, 23 Juli 2027.
Sepanjang hari kamis kemaren, cuaca sangat bersahabat di kota Bukittinggi, cerah, panas tidak begitu menyengat, dua orang paroh baya dengan setelan dan energy anak muda datang bertandang ke kantor Ashpen, di jln. Tabek Tuhua, Simpang Panganak, kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi. Kedua orang itu mewakili keluarga besar *Bima Putra Kota Bukittinggi*; Bapak Iswanto selaku ketua harian dan Bapak Masri Prajoko selaku anggota aktif dalam di Paguyuban tersebut, kedatangan dua orang tamu tersebut disambut langsung oleh Pimpinan Lembaga Amil Zakat _Ansharullah Peduli Negeri_ Bapak ZulFamiadi, S.HI. lengkap dengan teamnya, bincang ringan dan silaturrahmi yang pertama ke kantor Ashpen bagi perwakilan Bima Putra.
bapak Iswanto adalah salah satu anak dari Tentara yang terlahir dan di besarkan di keluarga Bima Sakti 132, saat ini beliau sudah pensiun dari guru. begitu juga Bapak Sri Prajoko beliau adalah konsultan Pembangunan, sedikit cerita dari masa kecil beliau sebagai anak tentara yg hidup bersama sama dengan anak-anak tentara lainnya,;
"Tentara itu sebutannya _Bima Sakti_, kami anak anaknya itu membentuk ikatan namanya _Bima Putra_ istilah lainnya, ini adalah ikatan dari anak-anak Tentara gitu lho", tutup Bapak yg akrab di sapa Pak De, oleh rekan rekannya.
Berikutnya Ketua harian menambahkan, bahwa kedatangan beliau ke kantor Ashpen untuk menyerahkan bantuan, pembangunan rumah Yatim Dhuafa yang sedang terbengkalai.
"Kami datang untuk menyerahkan sedikit dana sosial yang ada pada perkumpulan kami, untuk membantu pembangunan Rumah Yatim yang sedang diusahakan pembangunan oleh LAZ Ashpen, semoga yang sedikit ini bermanfaat."
Sebelum mampir ke kantor Ashpen, Perwakilan Bima Putra Bukittinggi, sudah berkunjung ke Lokasi Pembangunan Rumah Permanen untuk adik adik Yatim yang terletak di sudut kota Bukittinggi, pengurus Bima Putra merasa terpanggil untuk ikut terlibat/berpartisipasi dalam mewujudkan rumah yang layak untuk keluarga Yatim. pengurus Bima Putra Bukittinggi menyerahkan bantuan berupa; satu kodi seng/atap, paku dan Parabuang.
Saat di lokasi pembangunan rumah Yatim tersebut, perwakilan Pengurus Bima Putra Bukittinggi bertemu langsung dengan ibu dari adik adik Yatim, mendengarkan bagaimana bisa dapat bantuan dari Ashpen serta bertanya beberapa hal, pada akhirnya bertemu dengan silsilah bahwa Ibu Yatim yang dapat bantuan pembangunan Rumah Yatim dari Ashpen adalah orang keturunan dari Wonogiri, sementara salah satu dari Pengurus Bima Putra yang datang juga berasal dari Wonogiri. Begitu senang dan bahagia hati Buk Ratna, atas kunjungan dari pengurus Bima Putra Kota Bukittinggi.
"Terimakasih atas kunjungan Mbah dan membantu pengadaan seng dan lainnya, saya senang bisa dikunjungi dan dilihat langsung pembangunan rumah ini, semoga dibalas kebaikan Mbah oleh Allah SWT, dan mohon doa semoga bangunan ini cepat selesai, karena rumah yg kami tempati saat ini juga sudah diminta oleh yg punya tanah agar segera di kosongkan", tutur Bu Ratna kepada Perwakilan Pengurus Harian Bima Putra Kota Bukittinggi.
Merasa Prihatin dan bak gayung bersambut, salah seorang pengurus berdiskusi dengan team Ashpen, lalu apa yg disampaikan ulang oleh salah seorang team Marketing Ashpen,
"Pembangunan rumah Yatim ini sudah terhenti beberapa hari belakangan, sedang terus mengumpulkan dana, semoga bisa secepatnya kita siapkan bantuan rumah ini, uni yg sabar, Bapak - bapak ini banyak relasi dan keluarga besar Bima Putra tersebar se- Indonesia semoga Allah mudahkan dan dilancarkan rezeki uni dan anak, bisa secepatnya pindah ke rumah ini. Intinya pak kita masih menggalang donasi." Tutur Buk Rahmi Yanti sebagai team Marketing dari LAZ Ashpen yg mendampingi pengurus Bima Putra ke lokasi Pembangunan.
Kunjungan dari Bima Putra dari Pembelian bantuan ke Toko, dan kunjungan ke Lokasi serta diskusi dan silaturrahmi dengan LAZ Ashpen terdokumentasikan dengan baik.
Via
sosial
Posting Komentar