Detikjamgadang,Bukittinggi--Di balik keterbatasan ruang dan jeruji, masih ada harapan yang terus dirawat. Melalui program Pesantren Lapas, Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi secara konsisten menghadirkan pendampingan dan bimbingan keagamaan bagi warga binaan sebagai bagian dari ikhtiar menumbuhkan kesadaran, memperkuat keimanan serta mempersiapkan mereka untuk kembali ke tengah keluarga dan masyarakat. Kegiatan pembelajaran keagamaan terus diberikan kepada warga binaan yang tergabung dalam kelas Pesantren Lapas
Senin,, 24 Agustus 2026.
Pelaksanaan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan ini mendapat apresiasi dan rasa syukur dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Irwan.
Menurutnya, Pesantren Lapas bukan sekadar program pembinaan, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar nyata Kementerian Agama dalam menghadirkan sentuhan agama dan nilai-nilai kemanusiaan kepada warga binaan.
“Insya Allah, Pesantren Lapas bukan hanya sekadar program, tetapi betul-betul menjadi ikhtiar Kementerian Agama dalam menyiapkan warga binaan yang siap berkhidmat kembali di tengah keluarga dan masyarakat ketika mereka bebas setelah menjalani hukuman,” ungkap H. Irwan.
Ia menegaskan bahwa proses pembinaan harus terus dilakukan secara konsisten, karena setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata kembali kehidupan ke arah yang lebih baik.
"Kita berharap para warga binaan tidak hanya memperoleh bekal pengetahuan agama, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri, serta mampu membawa nilai-nilai kebaikan ketika kembali menjalani kehidupan bersama keluarga dan masyarakat," harapnya
"Pesantren Lapas menjadi bukti bahwa pembinaan tidak berhenti pada batas-batas tempat dan keadaan. Selama masih ada kesempatan untuk berubah, selalu ada ruang untuk menyalakan kembali cahaya harapan," tandasnya
Dalam kesempatan itu, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Zulfakhri, menyampaikan materi tentang praktik shalat jenazah serta hikmah penyelenggaraan jenazah.
Tidak sekadar memberikan pengetahuan tata cara ibadah, materi yang disampaikan juga menjadi ruang refleksi bagi para warga binaan tentang pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kehidupan, memahami kewajiban seorang muslim terhadap sesama, serta mengambil hikmah dari setiap fase kehidupan.
(Andreas)
Via
agama
Posting Komentar