DETIKJAMGANG BUKITTINGGI — Kelompok Lansia Mengaji As-Sunnah Sarojo, Kota Bukittinggi, menggelar Evaluasi Tahap I Tahun 2026 yang berlangsung di Surau Lurah, Nagari Sarojo. Kegiatan yang berada di bawah binaan Penyuluh Agama Rusman Edi, S.Ag., M.Pd.I. ini mengadopsi sistem pengujian terstruktur layaknya lembaga pendidikan formal guna mengukur ketercapaian pembekalan membaca Al-Qur'an bagi para lansia.
Agenda evaluasi yang semula dijadwalkan pada Juli 2026 tersebut baru dapat direalisasikan pada bulan Agustus. Sebanyak 17 peserta sebelumnya telah mengikuti pengujian secara personal satu per satu pada Kamis, 20 Agustus 2026. Pembina menentukan ayat Al-Qur'an yang berbeda bagi setiap peserta untuk membaca sesuai kaidah tajwid dan adab yang telah diajarkan, ditambahkan dengan dasar seni murattal atau irama.
Puncaknya pada Kamis, 27 Agustus 2026, hasil evaluasi resmi diumumkan langsung oleh Pembina Rusman Edi. Berdasarkan hasil penilaian, peserta dibagi ke dalam dua kategori, yakni Kelompok A dan Kelompok B.
Pada Kelompok A, predikat peringkat terbaik berhasil diraih oleh Nurhayati sebagai juara 1 dengan total nilai 93,5 (Tajwid+Adab 66,5 dan Irama 27), disusul Yarnis di posisi ke-2 dengan nilai 92,5 (Tajwid+Adab 67,5 dan Irama 25), serta Fitria Sesmita di posisi ke-3 dengan nilai 91,5 (Tajwid+Adab 64,5 dan Irama 27). Sementara itu, peringkat ke-4 ditempati bersama oleh Murhayati, Yuliar, dan Marlis yang sama-sama mengumpulkan total nilai 90. Peringkat berikutnya diisi oleh Rustiza di urutan ke-5 dengan nilai 89,5; Juliwarti di urutan ke-6 dengan nilai 88,5; Yunizar di urutan ke-7 dengan nilai 88; Yusnimar dan Zuriati yang berbagi urutan ke-8 dengan nilai 86; serta Suarni di urutan ke-9 dengan total nilai 84.
Sementara itu pada Kelompok B, persaingan nilai berlangsung sangat ketat. Peringkat pertama sukses diraih oleh Meri Suheri dengan nilai tertinggi 96,5 (Tajwid+Adab 68,5 dan Irama 28). Posisi kedua diraih bersama oleh Rosnida dan Ermi yang sama-sama membukukan nilai 95 (Tajwid+Adab 69 dan Irama 26). Peringkat ketiga ditempati oleh Monida Osni dengan total nilai 92 (Tajwid+Adab 66 dan Irama 26), sedangkan Hildayenti berada di posisi ke-4 dengan raihan nilai 89 (Tajwid+Adab 61 dan Irama 28).
Para peserta yang meraih peringkat terbaik disupport langsung oleh lembaga Ashpen Kota Bukittinggi dengan *reward* serta bingkisan yang menggembirakan. Penyerahan hadiah dilakukan secara langsung oleh Direktur Ashpen, Zulfamiadi, di Surau Lurah—sebuah mushalla kecil di sudut Nagari Sarojo yang dikelilingi persawahan dan perbukitan.
"Jangan nilai harganya, tapi nilailah perjuangan dan kesungguhan dalam mendapatkan prestasi ini," ujar Rusman Edi. Ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan evaluasi ini adalah untuk memotivasi para peserta agar dapat terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an di masa mendatang.
Sementara itu, Direktur Ashpen, Zulfamiadi, berharap apresiasi ini dapat menjadi pendorong semangat bagi peserta. Tidak hanya bagi para juara, seluruh peserta lainnya yang belum meraih peringkat juga tetap disupport dengan cendramata sebagai bentuk apresiasi atas kegigihan mereka.
Rasa haru dan gembira tampak jelas menyelimuti seluruh peserta. Kesungguhan mereka tidak hanya terlihat saat jadwal pengajian resmi, melainkan juga dari inisiatif berkumpul mandiri di luar jam belajar demi mengulang pelajaran dan mempersiapkan diri menjelang ujian. Evaluasi ini diharapkan dapat menjadi momentum berharga untuk memperkuat semangat membina masyarakat dalam literasi Al-Qur'an secara berkelanjutan.
Via
agama
Posting Komentar