Detikjamgadang,bBiaro ; -Jaga lisan, karena dari lisan dapat lahir kebaikan, namun dari lisan pula dapat bermula berbagai perkara yang merusak kehidupan. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) kota Bukittinggi, H. Azerul saat memberikan materi kepada warga binaan di Lapas Kelas IIA Bukittinggi.
Senin, 7 September 2026.
Program Pesantren Lapas terus berlanjut sebagai bagian dari upaya pembinaan keagamaan dan pembentukan akhlak bagi warga binaan. Kali ini, warga binaan Lapas Kelas IIA Bukittinggi mendapatkan materi tentang pentingnya menjaga lisan.
Materi yang disampaikan mengangkat tema tentang lisan sebagai salah satu kunci dalam menjaga perilaku dan akhlak seseorang.
H. Azerul mengutip sebuah hadis riwayat Imam At-Tirmidzi tentang dialog Rasulullah SAW dengan sahabat Mu'adz bin Jabal.
"Hai Mu'adz, maukah aku beritahu kepadamu kunci segala perkara?" Mu'adz menjawab, "Mau, ya Rasulullah." Rasulullah kemudian menjawab, "Jaga ini!" sambil beliau memegang lidahnya," ungkap H. Azerul.
Menurutnya, hadis tersebut mengandung pesan mendalam tentang betapa pentingnya menjaga setiap perkataan yang keluar dari lisan. Lisan yang tidak dijaga dapat menjadi sumber berbagai persoalan, sementara lisan yang digunakan dengan baik dapat menjadi jalan untuk menebarkan kebaikan.
H. Azerul menjelaskan sedikitnya empat pesan penting dalam menjaga lisan.
"Pertama, setiap orang harus senantiasa menjaga lisannya dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, seseorang hendaknya merenungkan terlebih dahulu setiap perkataan yang akan diucapkan agar tidak menimbulkan penyesalan di kemudian hari," terangnya.
"Ketiga, diam lebih baik daripada mengucapkan perkataan yang sia-sia, terlebih lagi perkataan yang mengandung celaan, gunjingan, fitnah dan hal-hal lain yang dapat menyakiti orang lain," ulasnya.
"Keempat, setiap perkataan yang diucapkan manusia tidak pernah luput dari pengawasan Allah SWT karena terdapat malaikat yang senantiasa mencatat setiap ucapan, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Qaaf ayat 18," jelasnya.
"Sejalan dengan materi ini, mari kita jadikan sebagai sarana memperbaiki diri, termasuk dalam menjaga perkataan dan membangun akhlak mulia," ajaknya.
"In Syaa Allah program pesantren lapas akan menjadi ruang pembinaan spiritual yang memberikan bekal keagamaan kepada warga binaan, sehingga mampu menumbuhkan kesadaran, memperkuat keimanan serta membentuk pribadi yang lebih baik dalam menjalani kehidupan," tandasnya.
(Andreas)
Via
agama
Posting Komentar