Detikjamgadang,Bukittinggi:--Sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman serta meningkatkan kualitas pengelolaan BMN di lingkungan instansi pemerintah, Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Hj. Tri Andriani Djusair didampingi Pengelola Barang Milik Negara, Silva Azaria Putri mengikuti Sosialisasi Pengelolaan dan Optimalisasi Barang Milik Negara (BMN) yang diselenggarakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) Riau, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau (RISKA) bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
Bertempat di Ruang Singgalang KPKNL Bukittinggi.
Rabu, 23 September 2026.
Kegiatan dibuka oleh Kepala KPKNL Bukittinggi, Novrizal dan diikuti oleh perwakilan satuan kerja (satker) kementerian dan lembaga, termasuk Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara Kanwil DJKN RISKA, Antony Saputra, Kurniawan Arrozi selaku Pengelola Data dan Informasi Tingkat I Kanwil DJKN RISKA, serta Arya Aquaristha, Penata Layanan Operasional TK. I Kanwil DJKN RISKA.
Hj. Tri Andriani Djusair menyebutkan, bahwa kegiatan sosialisasi pengelolaan dan optimalisasi BMN membahas pentingnya tata kelola aset negara yang tertib, akuntabel dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia yakin, bahwa keikutsertaan Kemenag kota Bukittinggi pada kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman terkait pengelolaan aset sekaligus mengidentifikasi potensi BMN yang berada dalam penguasaan lembaga agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
"Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi siap mendukung dan memastikan pengelolaan BMN sebagai bagian penting dalam mendukung tertib administrasi, akuntabilitas dan efektivitas penyelenggaraan tugas kedinasan," terang Hj. Tri Andriani Djusair.
“Sosialisasi ini sangat penting bagi kami untuk meningkatkan pemahaman dan memperkuat tertib administrasi dalam pengelolaan Barang Milik Negara. BMN bukan hanya harus tercatat dengan baik, tetapi juga perlu dikelola, dipelihara dan dimanfaatkan secara optimal sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Agama,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengelolaan BMN membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pihak yang terlibat, baik dalam aspek administrasi, pemanfaatan, maupun pengawasan aset.
“Pengetahuan dan informasi yang diperoleh melalui kegiatan ini siap kami terapkan di lingkungan Kantor Kementerian Agama kota Bukittinggi. Dengan pengelolaan yang semakin tertib, transparan dan akuntabel, kami dapat mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik serta memastikan aset negara memberikan manfaat maksimal bagi pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
"Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan BMN sebagai bagian dari penguatan tata kelola kelembagaan, akuntabilitas kinerja, dan pelayanan publik," pungkasnya.
Sementara itu, Pengelola BMN, Silva Azaria Putri menyebutkan, bahwa optimalisasi BMN tidak hanya berorientasi pada aspek pemanfaatan aset, tetapi juga tetap memperhatikan aspek kepatuhan terhadap regulasi, tertib pencatatan, pemeliharaan serta pertanggungjawaban administrasi.
"Dengan demikian, pengelolaan BMN dapat berjalan secara efektif dan mendukung pencapaian tujuan organisasi, khususnya bagi kita dilingkungan Kemenag kota Bukittinggi," ungkap Silva Azaria Putri.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi wadah bagi satuan kerja untuk memperoleh informasi dan pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan kekayaan negara, termasuk upaya mengidentifikasi aset yang berpotensi untuk dioptimalkan.
(Andreas)
Via
agama
Posting Komentar