-->
Telusuri
24 C
id
  • Berita Terkini
  • Profil
  • Movies
  • News
detikjamgadang
  • Beranda
  • Video
    • Semua Video
    • Adat & Budaya
    • Pendidikan
    • Wisata
  • Kategori
    • Berita Terkini
    • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Olahraga
  • Menu
    • 🏠 Beranda
    • Bukittinggi
    • Kabupaten Agam
    • Sumatera Barat
    • Nasional
    • Adat & Budaya
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Motivasi
    • Opini
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Kontak
    • Privacy Policy
Telusuri
Beranda agama Pesantren Lapas: Warga Binaan Disuguhi Materi, Bahaya Penyakit Hari
agama

Pesantren Lapas: Warga Binaan Disuguhi Materi, Bahaya Penyakit Hari

adm
adm
01 Sep, 2026 0 0
Pesantren Lapas: Warga Binaan Disuguhi Materi, Bahaya Penyakit Hari
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Anda mungkin menyukai postingan ini


Detikjamgadang Biaro-Memasuki hari pertama di bulan September 2026, program Pesantren Lapas bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi kembali dilaksanakan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Imam Bonjol Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Selasa, 1 September 2026, diisi dengan pembelajaran keagamaan yang mengangkat tema tentang bahaya penyakit hati.

Pada kesempatan tersebut, warga binaan mendapatkan pembekalan keagamaan dari Ustadz Ahmad Hamidi. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para peserta untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan hati sebagai bagian dari upaya memperbaiki diri, akhlak dan meningkatkan kualitas kehidupan spiritual.
Ustadz Ahmad Hamidi menjelaskan sejumlah penyakit hati yang perlu diwaspadai, di antaranya riya, hasad, dan takabur. Ketiga sifat tersebut, apabila dibiarkan dapat memengaruhi perilaku seseorang serta menghambat proses pembentukan pribadi yang lebih baik.

"Sifat riya dapat menghapus pahala, sehingga amal kebaikan yang dilakukan tidak bernilai di sisi Allah SWT karena niatnya bukan karena Allah, melainkan untuk mencari pujian manusia. Selain itu, sifat riya termasuk syirik kecil yang dikategorikan sebagai syirkul khafi yang sangat dikhawatirkan oleh Nabi Muhammad SAW menimpa umatnya. Bahaya Riya selanjutnya yaitu menimbulkan kegelisahan, selalu merasa cemas jika penilaian atau pujian manusia terhadap dirinya berkurang," tegas Ustadz Ahmad Hamidi.

"Penyakit hasad juga sangat berbahaya, ia dapat memakan kebaikan, menghanguskan pahala kebaikan seseorang bagaikan api yang memakan kayu bakar. Selain itu, orang yang hasad tidak suka dan protes secara batin atas nikmat yang telah Allah berikan kepada orang lain, sehingga menyiksa diri sendiri, membuat hati pelaku selalu gundah, stres dan tersiksa melihat kebahagiaan orang lain," tambahnya.

"Sedangkan takabur, merupakan sifat yang dapat membuat seseorang merasa lebih baik, lebih hebat dan merendahkan orang lain, sehingga sangat dimurkai Allah. Pelakunya bisa terhalang masuk surga, karena di dalam hatinya terdapat kesombongan. Selain itu, ia akan mendapat kehinaan, akan dijauhi oleh masyarakat di dunia dan diancam siksa neraka di akhirat," pungkasnya 

Melalui materi tersebut, peserta diajak untuk melakukan introspeksi diri, mengenali berbagai bentuk penyakit hati serta berupaya menjauhinya dalam kehidupan sehari-hari. Sikap ikhlas, rendah hati, saling menghargai dan senantiasa memperbaiki diri menjadi bagian penting dalam proses pembinaan keagamaan.

Kegiatan Pesantren Lapas ini diharapkan tidak sekadar menjadi sarana menambah pengetahuan agama, tetapi juga menjadi ruang pembinaan spiritual bagi warga binaan. Dengan pemahaman keagamaan yang terus diberikan secara berkesinambungan, diharapkan tumbuh kesadaran untuk memperbaiki diri, membangun akhlak yang lebih baik, serta mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.

Pelaksanaan Pesantren Lapas menjadi salah satu bentuk ikhtiar Kementerian Agama Kota Bukittinggi dalam menghadirkan pembinaan keagamaan yang humanis dan berkelanjutan bagi warga binaan, sekaligus memberikan bekal spiritual agar mereka dapat menjalani proses pembinaan dengan lebih baik.
(Andreas)
Via agama
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar


  • Bukittinggi

Total Tayangan Halaman

Featured Post

Diniyyah Pasia Unjuk Gigi di OBA Sumbar 2026, Sapu Bersih Podium hingga Melenggang ke Nasional

adm- 20.02 0
Diniyyah Pasia Unjuk Gigi di OBA Sumbar 2026, Sapu Bersih Podium hingga Melenggang ke Nasional
Detikjamgada ng Bukittinggi — Pondok Pesantren Modern (PPM) Diniyyah Pasia, Kabupaten Agam, menunjukkan dominasi luar biasa dalam ajang Olimpiade …

arsip

  • 2026200
  • 202533
  • 202479

Cari Blog Ini

Most Popular

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN 01 Campago Ipuh: Meneladani Akhlak Rasulullah Menuju Murid PROGRESIF yang Religius

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN 01 Campago Ipuh: Meneladani Akhlak Rasulullah Menuju Murid PROGRESIF yang Religius

20.39
Tingkatkan Semangat Belajar Al-Qur'an, Kelompok Lansia Mengaji As-Sunnah Sarojo Gelar Evaluasi Tahap I

Tingkatkan Semangat Belajar Al-Qur'an, Kelompok Lansia Mengaji As-Sunnah Sarojo Gelar Evaluasi Tahap I

06.43
BKMT Kota Bukittinggi Salurkan Bantuan Produktif Korban Kebakaran: Satu Unit Gerobak dan Satu Paket Alat Perbengkelan

BKMT Kota Bukittinggi Salurkan Bantuan Produktif Korban Kebakaran: Satu Unit Gerobak dan Satu Paket Alat Perbengkelan

03.09
detikjamgadang

Tentang Kami

Media Informasi, edukasi, dan inspirasi yang menghubungkan masyarakat dengan pengetahuan, peluang, dan perkembangan terkini. Dengan semangat profesionalisme dan inovasi, kami terus berupaya menghadirkan konten yang informatif, mencerdaskan, serta memberikan manfaat nyata bagi pembaca di seluruh Indonesia. .

Contact us: adm@detikjamgadang.com
Copyright©2026 detikjamgadang.com