Pondok Pesantren Syech Ahmad Khatib Tasmi’an Mukammal 20 Juz
Agam; detikjamgadang– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh santri Pondok Pesantren Salafiyah Tahfizhul Quran Pondok Pesantren Salafiyah Tahfizhul Quran Syech Ahmad Chatib Al-Minangkabawi.
Salah seorang santri kelas 3 tingkat wustha, Mujahid Izzul Islam, berhasil menuntaskan tasmi’ mukammal 20 juz Al-Qur’an yang dilaksanakan pada Ahad, 14 Juni 2026 hingga keesokan harinya.
Kegiatan tasmi’ dimulai setelah shalat Maghrib dan berlangsung secara berkesinambungan hingga siang hari. Pada sesi pertama yang berlangsung dari selesai Maghrib hingga pukul 23.00 WIB, Mujahid berhasil menyetorkan hafalan sebanyak 7 juz dalam satu kali duduk.
Tasmi’ pada sesi ini disimak langsung oleh Afdhil Fadhli selaku pimpinan pondok, didampingi beberapa orang santri.
Tasmi’ kemudian dilanjutkan pada sesi kedua yang dimulai setelah shalat Subuh keesokan harinya. Pada sesi ini, Mujahid kembali menunjukkan kualitas hafalannya dengan menyetorkan 13 juz sekaligus dalam satu kali duduk. Hafalan tersebut disimak oleh Ahmad Salim bersama sejumlah santri yang turut mengikuti proses penyimakan. Rangkaian tasmi’ mukammal 20 juz tersebut berakhir pada pukul 11.20 WIB.
Pimpinan pondok menjelaskan bahwa kegiatan tasmi’ Al-Qur’an tidak hanya bertujuan untuk menguji hafalan santri, tetapi juga menjadi sarana syiar dan upaya membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Menurutnya, tradisi tasmi’ telah berkembang di berbagai daerah dan terbukti mampu menumbuhkan semangat menghafal Al-Qur’an serta melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang berkualitas.
“Melalui kegiatan tasmi’ ini, kami ingin mensyiarkan dan membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat. Ketika masyarakat mendengar dan menyaksikan langsung para santri memperdengarkan hafalan Al-Qur’an dalam jumlah besar, diharapkan akan tumbuh kecintaan yang lebih kuat terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.
Selain itu, tasmi’ juga menjadi media bagi santri untuk memperkuat dan melancarkan hafalan yang telah mereka capai.
Dengan tampil di hadapan para penyimak dan masyarakat, santri dituntut untuk menjaga kualitas hafalannya sehingga semakin kokoh dan mutqin.
Lebih jauh, pihak pondok menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber petunjuk, rahmat, dan syifa’ bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, interaksi yang intens dengan Al-Qur’an melalui membaca, menghafal, dan mentadabburinya diyakini akan memberikan ketenangan hati, keberkahan hidup, serta manfaat yang luas bagi masyarakat.
Keberhasilan Mujahid Izzul Islam menyelesaikan tasmi’ mukammal 20 juz ini menjadi bukti kesungguhan dan ketekunannya dalam menjaga hafalan Al-Qur’an.
Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus meningkatkan kualitas hafalan dan semakin dekat dengan Al-Qur’an.
“Kami berharap kegiatan tasmi’ Al-Qur’an ini menjadi salah satu ikhtiar untuk menghadirkan Al-Qur’an lebih dekat dengan masyarakat, melahirkan generasi Qurani, serta menyebarkan rahmat dan keberkahan Al-Qur’an bagi seluruh alam,” tutup pimpinan pondok.
Pewarta; Z.R
Posting Komentar