-->
Telusuri
24 C
id
  • Berita Terkini
  • Profil
  • Inspirasi
  • Motivasi
detikjamgadang
  • Beranda
  • Video
    • Semua Video
    • Adat & Budaya
    • Pendidikan
    • Wisata
  • Kategori
    • Berita Terkini
    • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Olahraga
  • Menu
    • 🏠 Beranda
    • Bukittinggi
    • Kabupaten Agam
    • Sumatera Barat
    • Nasional
    • Adat & Budaya
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Motivasi
    • Opini
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Kontak
    • Privacy Policy
Telusuri
Beranda pendidikan Kurikulum Berbasis Cinta: Guru Dan Tenaga Kependidikan Garda Terdepan Dalam Melahirkan Generasi Cerdas Intelektual, Cerdas Spritualitas Menuju Indonesia Emas
pendidikan

Kurikulum Berbasis Cinta: Guru Dan Tenaga Kependidikan Garda Terdepan Dalam Melahirkan Generasi Cerdas Intelektual, Cerdas Spritualitas Menuju Indonesia Emas

adm
adm
07 Jul, 2026 0 0
Kurikulum Berbasis Cinta: Guru Dan Tenaga Kependidikan Garda Terdepan Dalam Melahirkan Generasi Cerdas Intelektual, Cerdas Spritualitas Menuju Indonesia Emas
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Anda mungkin menyukai postingan ini

Bukittinggi,detikjamgadang--Dalam rangka meningkatkan pemahaman guru dan tenaga kependidikan terhadap kurikulum berbasis cinta, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Irwan memberikan pembinaan pada kegiatan workshop yang diselenggarakan oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bukittinggi.
Bertempat di Aula MAN 2 Bukittinggi.
Selasa, 7 Juli 2026.
Kakan Kemenag didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Aldy Heko Putra dan Kepala MAN 2 Bukittinggi, Amri. J menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa pelaksanaan workshop menjadi penguat komitmen terhadap dinamika pendidikan yang berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan individu agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

"Apresiasi dan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Dalam dunia pendidikan tidak ada istilah stagnan. Tidak ada istilah statis, tetapi tetap berkembang, tetap berlanjut, karena pendidikan itu sangat dinamis. Tidak lagi statis atau berpusat pada satu arah, melainkan interaktif dan berfokus pada fleksibilitas," ungkap H. Irwan 

"Tuntutan hari ini adalah transformasi peran guru dari sekadar transfer ilmu menjadi fasilitator yang adaptif. Maka kegiatan ini menjadi ikhtiar dalam memperkaya wawasan, meningkatkan kualitas diri. Sehingga apa yang menjadi program dan mandatori dari Kementerian Agama bisa kita tuntaskan," tambahnya 

"Salahsatu perhatian penting Kementerian Agama terhadap dunia pendidikan adalah kurikulum berbasis cinta atau pada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah disebut dengan deep learning. Baik KBC maupun deep learning, kalau kita kaji hakikatnya, maka menuju muara yang sama, bagaimana menghasilkan anak-anak dan peserta didik yang memiliki kualitas intelektual dan spritual. Inilah yang dikatakan, dimana peserta didik tidak hanya memperoleh knowledge tetapi juga value," terangnya

"Berbicara tentang kurikulum, berbagai kurikulum telah dihadirkan sebagai bentuk perhatian negara, agar menghasilkan produk lulusan yang terbaik. Semuanya memiliki output dan dampak terhadap kemajuan pendidikan. Hari ini Kementerian Agama menghadirkan KBC. Cinta kepada Tuhan, cinta kepada sesama cinta kepada alam dan sebagainya. Komitmen inilah yang akan dibangun ketika siswa madrasah menamatkan pendidikan, mereka sudah terbiasa dengan cinta. Maka, penerapan KBC harus kita maksimalkan dengan sebaik-baiknya," ujarnya 

"Jangan hanya memperkaya knowledge, tetapi iringi dengan nilai. Sehingga pendidikan bukan hanya sekedar pengetahuan, tetapi diinternalisasikan di dalam diri kita masing-masing. Maka, konsep KBC bukan hanya penguatan kepada otak, tetapi juga penguatan kepada hati. Penglihatan hati lebih tajam daripada mata. Orang yang telah terbuka hijab, maka ia dapat melihat meski yang kasat mata sekalipun. Sehingga ada orang berpikir dengan akal, dan ada orang berpikir dengan zug atau kalbu," ulasnya 

"Betapa banyak orang cerdas tapi sering menyakiti, banyak orang cerdas tapi tidak bisa menghargai. Penyebabnya adalah, kurangnya rasa cinta. Maka, Kementerian Agama hadir melalui kurikulum berbasis cinta. Pertanyaannya, seberapa cinta kita kepada Tuhan, berapa banyak siswa-siswi yang tidak mau sujud sehari semalam. Melalui KBC, kita ciptakan tamatan yang penuh cinta terhadap Tuhannya, cinta kepada sesama dan mencintai alam serta lingkungannya," tegasnya

"Orang yang melahirkan kebijakan, maka sumbernya dari hati. Kalau hatinya bersih, berpikirnya juga bersih. Dengan hati yang bersih, pasti tindakannya juga bersih. Begitu sebaliknya, orang yang berhati kotor, pikirannya juga kotor, orang yang hatinya kotor, maka tindakannya juga akan kotor. Untuk itu, mari saling mencintai sesama," ajaknya 
Kakan Kemenag juga mengingatkan seluruh guru dan tenaga kependidikan atas kepedulian negara dalam memperhatikan ASN. Berbagai hak yang telah diterima harus berbanding lurus dengan kewajiban yang diamanahkan. Untuk itu, H. Irwan mengajak seluruh peserta untuk bersyukur dengan cara melaksanakan tugas dan fungsi dengan sebaik-baiknya.
Ia menyebutkan, bahwa kewajiban bukan hanya pertanggungjawaban dunia, bukan hanya pertanggungjawaban terhadap lembaga namun ada nilai-nilai cinta kepada Tuhan sebagai tanggungjawab yang harus dilaksanakan.

"Mari update diri terhadap perkembangan. Tingkatkan kompetensi, wariskan nilai-nilai cinta kepada peserta didik, sehingga tidak terjadi runtuhnya moral dan akhlak para calon pemimpin bangsa masa depan. Ini adalah tugas moral kita semua, guru serta tenaga kependidikan adalah garda terdepan dalam mempersiapkan generasi cerdas intelektual dan cerdas spritualitas menuju Indonesia emas," pungkasnya
(Andreas)
Via pendidikan
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar


Total Tayangan Halaman

Featured Post

Kurikulum Berbasis Cinta: Guru Dan Tenaga Kependidikan Garda Terdepan Dalam Melahirkan Generasi Cerdas Intelektual, Cerdas Spritualitas Menuju Indonesia Emas

adm- 15.28 0
Kurikulum Berbasis Cinta: Guru Dan Tenaga Kependidikan Garda Terdepan Dalam Melahirkan Generasi Cerdas Intelektual, Cerdas Spritualitas Menuju Indonesia Emas
Bukittinggi,detikjamgadang-- Dalam rangka meningkatkan pemahaman guru dan tenaga kependidikan terhadap kurikulum berbasis cinta, Kepala Kantor Keme…

arsip

  • 202664
  • 202533
  • 202479

Cari Blog Ini

Most Popular

Pisah Sambut Kakan Kemenag: Komitmen Sinergi Dan Pembangunan ZI

Pisah Sambut Kakan Kemenag: Komitmen Sinergi Dan Pembangunan ZI

06.37
Roni Novendra, S.Sos. Resmi Menjadi Nahkoda SMSI Kota Bukittinggi Periode 2026–2031

Roni Novendra, S.Sos. Resmi Menjadi Nahkoda SMSI Kota Bukittinggi Periode 2026–2031

23.02
Apel Pagi: Integritas dan Spirit Komitmen Pengabdian

Apel Pagi: Integritas dan Spirit Komitmen Pengabdian

21.52
detikjamgadang

Tentang Kami

Media Informasi, edukasi, dan inspirasi yang menghubungkan masyarakat dengan pengetahuan, peluang, dan perkembangan terkini. Dengan semangat profesionalisme dan inovasi, kami terus berupaya menghadirkan konten yang informatif, mencerdaskan, serta memberikan manfaat nyata bagi pembaca di seluruh Indonesia. .

Contact us: adm@detikjamgadang.com
Copyright©2026 detikjamgadang.com