Budaya
Pendidikan
Inovasi Baru, Rumah Literasi Ashpen Gelar Bimbingan Belajar Bahasa Jepang - Peserta Dikenalkan Budaya dan Tradisi Negeri Sakura
Direktur Utama sekaligus Pendiri Yayasan Ashpen Bukittinggi Zulfamiadi menyambut positif program Bimbel Bahasa Jepang tersebut. Kegiatan ini merupakan kolaborasi bersama Rumah Literasi Ashpen, LAZ Ashpen serta Sanggar Seni Sibro.
“Ini adalah inovasi yang luar biasa. Kami juga melihat para peserta sangat antusias ikut program ini. Kepada anak-anak, silahkan ikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Semoga banyak pengetahuan yang bisa kalian dapatkan khususnya tentang bahasa dan budaya Jepang,”ujar Zulfamiadi didampingi Ketua Rumah Literasi Ashpen Trisno Edward , Minggu (2/8).
Zulfamiadi menambahkan program Bimbel Bahasa Jepang ini tercetus dari ide atau pemikiran Om Ivan Sibro yang juga Pimpinan Sanggar Seni Sibro Bukittinggi.
“Ide atau pemikiran Om Ivan Sibro, kita diskusikan bersama di Ashpen. Akhirnya, program ini dapat terwujud dan dilaksanakan. Bahkan, Bimbel Bahasa Jepang mendapat respon positif dari para peserta dan orang tua,”ungkap Zulfamiadi diamini Edward.
Sementara itu, Pelatih Bahasa Jepang Senshei Ivan Sibro menjelaskan selain pengajaran bahasa, kegiatan ini lebih menekankan kepada bagaimana mengenal budaya, disiplin dan rasa malu dari orang Jepang itu sendiri.
“Kita berharap para peserta bisa termotivasi tentang budaya dan kebangkitan orang Jepang tersebut. Bagaimana orang Jepang bisa menguasai dunia. Bahasa Jepang ini unik. Selain itu, mereka bisa tahu tentang budaya Jepang dan ambil sisi positifnya. Kita ingin mengajarkan semangat orang Jepang kepada anak-anak. Serta mengasah mentalnya seperti layaknya orang Jepang. Kedepan, mereka bisa membaca, menulis atau mengetahui tulisan-tulisan serta huruf-huruf bahasa Jepang,” jelas Senshei Ivan.
Lebih lanjut, Ivan menyebutkan bahwa nantinya para peserta dapat melakukan dialog-dialog kecil memakai bahasa Jepang ini.
“Dalam, program Bimbel Bahasa Jepang ini. kita juga menyasar anak-anak SD. Dimana, kita mulai memperkenalkan sejak tingkat dasar. Selain itu, ada budaya atau tradisi Jepang yang dapat menjadi pedoman dan pelajaran bagi mereka,” pungkas Ivan Sibro
Via
Budaya
Posting Komentar