Puisi Akrostik
Oleh: Syamsul Bahri
Senja boleh runtuh, malam boleh merapatkan gelap, namun api dalam dada tak mengenal padam; kami menyalakan fajar dari bara keyakinan, sebab harapan tak lahir dari langit yang selalu terang
Yakin menembus badai, mengarungi samudera harapan nan dalam
Ada niat yang kami tanam lebih dalam daripada luka, ada cita-cita yang kami jaga lebih tinggi daripada pujian; setiap kegagalan hanyalah batu pijakan menuju puncak yang belum bernama. Jiwa yang ditempa perjuangan tak mudah karam oleh takut dan keraguan
Meneguhkan niat, menantang putus asa dan prasangka.
Setiap jejak langkah mengukir dedikasi tanpa henti. Nafas perjuangan kami persembahkan untuk Islam yang menuntun akal budi; iman menjadi lentera ketika jalan kehilangan cahaya, ilmu menjadi kompas ketika zaman kehilangan arah, amal menjadi bukti bahwa keyakinan bukan sekadar kata
Untuk agama Islam nan suci, benteng moral penghias hati. Guru kami adalah alam yang terbentang, dimana gunung mengajarkan keteguhan, laut mengajarkan keluasan, dan adat mengajarkan manusia bahwa hidup mesti berpijak pada marwah, adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah
Lentera iman membimbing jalan, terang dalam laku dan budi
Bertumpu pada adat Minangkabau, akar penegak pohon peradaban; agar arus zaman boleh berubah, namun martabat tak pernah kehilangan rumah.
Arus zaman tak kan mengikis martabat luhur penutup kalbu. Anak-anak zaman, bangkitlah! Jangan wariskan masa depan yang hanya pandai mengenang perjuangan. Wariskanlah karya, ilmu, akhlak, dan keberanian.
Hari ini di kota Bukittinggi jejak sejarah memanggil nama
Rasakan manisnya perjuangan. Bila pendahulu mampu menembus penjajahan, mengapa kita menyerah pada kemalasan? Bila mereka mampu pertahankan kemerdekaan, mengapa kita gentar hadapi perubahan?
Indonesia kembali memanggil kita: Teruslah berjuang, Tegakkan kejayaan! Semangat bukan sekadar suara menggema, ia adalah iman yang hidup, ilmu yang bergerak, adat yang berakar, dan nasionalisme yang bekerja.
---
Bionarasi Penulis:
Syamsul Bahri, 46 tahun, ayah tiga anak, da’i/muballigh, aktifis Ormas Islam dan PNS di Kemenag Kota Bukittinggi, Magister Hukum Islam dan Kandidat Doktor Ilmu Syari’ah di UIN Bukittinggi. Mediator berlisensi Mahkamah Agung RI, Pembimbing Ibadah Haji/Umrah bersertifikat Nasional (CAH), pernah jadi wartawan, penulis dan kontributor Media.
Email: usbbkt1@gmail.com, Fb: Syam Bkt, Usb bkt, IG: @syambkt Hp: 081267992444
Via
sastra
Posting Komentar