pendidikan
Empat Orang Santri PKPPS Mutiara Sunnah Bukittinggi Tembus Final Nasional RLA Fest 2026
Detikjamgadang,Bukittinggi--Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh santri Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) Mutiara Sunnah Kota Bukittinggi. Sebanyak empat orang santri dari pesantren tersebut berhasil menembus babak final tingkat nasional dalam ajang RLA Fest (Festival Rahmatan Lil ‘Alamin International Islamic Boarding School) tahun 2026.
Pada ajang bergengsi ini, PKPPS Mutiara Sunnah mengirimkan perwakilannya di beberapa cabang perlombaan. Untuk cabang Olimpiade Matematika, pondok pesantren mengutus dua santrinya, yakni Muhammad dan Naureen Khairani Sakya Arbi. Sementara itu, pada cabang Olimpiade Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Adzkia Mahira maju sebagai perwakilan dan pada cabang Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) diwakili oleh Muhammad Afif Ash Shiddiq.
Babak penyisihan untuk cabang olimpiade telah diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia pada Senin, 28 September lalu. Melalui standar pengawasan ketat layaknya Ujian Nasional (UN), seleksi dilakukan secara daring (online) menggunakan perangkat laptop dan dipantau langsung melalui kamera pengawas (webcam).
Kompetisi kecerdasan ini diikuti oleh puluhan lembaga pendidikan dari berbagai daerah, di mana masing-masing lembaga rata-rata mengutus dua hingga enam orang peserta. Dari penyisihan yang ketat tersebut, panitia menyaring 15 peserta dengan nilai terbaik. Luar biasanya, ketiga santri utusan PKPPS Mutiara Sunnah di cabang Matematika dan IPA tersebut berhasil memborong tiket dan masuk ke dalam daftar 15 besar nasional.
Tak hanya gemilang di bidang eksakta, utusan PKPPS Mutiara Sunnah juga menorehkan tinta emas di bidang hafalan Al-Qur'an. Pada cabang Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ), santri bernama Muhammad Afif Ash Shiddiq turut unjuk kebolehan. Berbeda dengan olimpiade, proses seleksi awal MHQ dilakukan dengan mengirimkan rekaman video hafalan peserta kepada panitia nasional. Dari seluruh peserta se-Sumatera, hanya lima orang terbaik yang berhak melaju ke babak final. Muhammad Afif Ash Shiddiq sukses mengamankan satu posisi di babak pamungkas tersebut.
Keempat santri kebanggaan Kota Bukittinggi ini selanjutnya akan berlaga di babak final RLA Fest 2026 yang diselenggarakan secara langsung (tatap muka). Puncak acara kompetisi ini akan dihelat di Ma’had Rahmatan Lil ‘Alamin International Islamic Boarding School (RLA IIBS) yang berlokasi di Aripan, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Jumat, 2 Oktober 2026 mendatang.
Menanggapi pencapaian luar biasa ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi melalui Kepala Seksi Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren, Zulfabriandi menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada pimpinan beserta ustadz dan ustadzah pembimbing yang telah mendampingi dan memberikan bimbingan kepada seluruh santri pada pondok pesantren Mutiara Sunnah.
"Alhamdulillah dan penuh rasa bangga, kami menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada pimpinan beserta jajaran pada pondok pesantren PKPPS Mutiara Sunnah Bukittinggi yang telah memberikan bimbingan dan mencurahkan ilmu secara maksimal kepada para santri," ungkap Zulfabriandi.
"Selamat kepada para santri yang telah lulus pada tahap penyisihan yang tentunya telah melewati kompetisi dengan kemampuan yang luar biasa. Semoga pada babak final nanti, mampu tampil maksimal dan menjadi yang terbaik," harapnya.
Zulfabriandi juga berpesan kepada ustadz dan ustadzah pendamping agar terus semangat memberikan bimbingan dan berharap semoga setiap ilmu yang diajarkan menjadi ladang amal yang memperoleh keberkahan dari dunia sampai ke akhirat kelak.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren PKPPS Mutiara Sunnah, Ustadz Alexandra Arbi menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya. Ia mengungkapkan bahwa partisipasi dalam kompetisi ini merupakan langkah strategis pesantren dalam membina mental dan keilmuan santri.
"Kompetisi ini kita ikuti untuk mengasah kemampuan diri para santri, sekaligus menjadi wadah untuk menyalurkan bakat dan minat mereka. Lebih dari itu, ajang ini sangat penting untuk memotivasi dan meningkatkan rasa percaya diri santri. Kita ingin membuktikan bahwa kompetensi yang telah diasah dan ditempa di dalam lingkungan pondok pesantren mampu bersaing, bahkan unggul di tingkat Sumatera dan nasional," ungkap Ustadz Alexandra Arbi.
(Ansar/Andreas)
Via
pendidikan
Posting Komentar