Detikjamgadang,Bukittinggi--Kementerian Agama Kota Bukittinggi terus memperkuat tata kelola kinerja dan anggaran agar pelaksanaan program tidak hanya berjalan sesuai rencana, tetapi juga memberikan hasil yang terukur dan berdampak bagi pelayanan kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui Rapat Sinergi Kinerja Anggaran Presisi (SIGAP).
Bertempat di Aula Kantor Kemenag Kota Bukittinggi.
Rabu, 30 September 2026.
Rapat dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Irwan, didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha, Hj. Tri Andriani Djusair. Kegiatan diikuti seluruh Kepala Seksi, Penyelenggara, Pengawas, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), pengelola keuangan, Kepala Madrasah, Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU), serta operator di lingkungan Kemenag Kota Bukittinggi.
Rapat SIGAP menjadi momentum bersama untuk melihat sejauh mana program dan kegiatan yang telah direncanakan dapat direalisasikan, baik dari sisi kinerja maupun penyerapan anggaran. Evaluasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan pengelolaan keuangan berlangsung secara akuntabel, transparan, efektif, dan berorientasi pada hasil.
Mengawali pertemuan, masing-masing unit menyampaikan progres capaian kinerja Triwulan III serta matriks pencapaian kinerja per triwulan Tahun 2026. Paparan tersebut kemudian dibahas bersama untuk mengidentifikasi capaian, kendala, sekaligus kebutuhan tindak lanjut pada periode berikutnya.
Dalam arahannya, H. Irwan menyampaikan bahwa evaluasi bukan sekadar melihat angka capaian, tetapi menjadi instrumen untuk mengetahui apakah program yang telah dilaksanakan benar-benar bergerak menuju target yang telah ditetapkan.
“Rapat ini merupakan langkah strategis untuk mengevaluasi capaian kinerja dan anggaran, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, kemudian merumuskan langkah-langkah perbaikan dan tindak lanjut untuk periode berikutnya,” ujar H. Irwan.
Ia menegaskan pentingnya membangun kesadaran bahwa seluruh unsur di lingkungan Kemenag Kota Bukittinggi merupakan bagian dari satu kesatuan organisasi.
“Satu lembaga adalah satu tim yang solid untuk menyelenggarakan pelayanan terbaik. Karena itu, mari kita jaga kebersamaan, kekompakan dan saling memudahkan dalam memberikan pelayanan,” tegasnya.
Menurut H. Irwan, hasil evaluasi yang telah dilakukan harus menjadi dasar untuk melakukan perbaikan secara nyata. Setiap unit diharapkan menindaklanjuti hasil pembahasan dengan langkah yang terukur sehingga tidak berhenti pada evaluasi administratif semata.
“Evaluasi yang telah kita lakukan agar dilaksanakan secara maksimal. Apa yang menjadi catatan dan tindak lanjut harus segera kita kerjakan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” tambahnya.
"Dengan komitmen bersama, kita bangun budaya kerja yang berbasis data, evaluasi dan tindak lanjut. Mari perkuat sinergi antar unit, tingkatkan kualitas pelaksanaan program, serta pastikan setiap anggaran yang dikelola memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan mendukung peningkatan kualitas layanan keagamaan," pungkasnya.
(Andreas)
Via
agama
Posting Komentar