Detikjamgadang Bukittinggi --Dalam rangka evaluasi berkala terhadap tugas, kepemimpinan dan manajemen kepala madrasah, Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi melaksanakan kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) se-Kota Bukittinggi.
Bertempat di Aula MAN 1 Bukittinggi.
Rabu, 2 September 2026.
Kegiatan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Irwan didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Aldy Heko Putra serta seluruh Pengawas Madrasah.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, H. Tan Gusli, didampingi Ketua Tim GTK Kanwil Kemenag Sumatera Barat, H. Jhon Of Rizal One dan diikuti seluruh Kepala Madrasah Negeri dan Swasta se-Kota Bukittinggi.
Dalam arahannya, H. Tan Gusli menegaskan bahwa PKKM tidak sekadar menjadi instrumen untuk mengukur kemampuan dan kinerja kepala madrasah. Lebih dari itu, PKKM harus menjadi momentum untuk memastikan kepemimpinan madrasah mampu melahirkan perubahan yang nyata dan memberikan dampak positif terhadap peserta didik.
“PKKM bukan sekadar mengukur kemampuan dan kinerja kepala madrasah. Yang lebih penting adalah bagaimana kepemimpinan tersebut mampu membangun budaya madrasah dan memberikan dampak terhadap peserta didik,” tegasnya.
Ia mendorong setiap kepala madrasah memiliki langkah dan arah yang jelas dalam menjalankan kepemimpinan. Visi yang dibangun harus terukur, realistis, serta memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.
Menurutnya, peningkatan kualitas dan kompetensi guru juga harus menjadi perhatian utama. Guru yang berkualitas akan menjadi salah satu kunci dalam menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu di madrasah.
Selain itu, H. Tan Gusli menekankan pentingnya memperkuat transformasi digital madrasah. Pemanfaatan teknologi harus dilakukan secara lebih cepat, aman, dan terarah. Madrasah juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan pendampingan kepada peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan tidak terpapar situs maupun konten digital yang berbahaya.
“Pastikan setiap program yang dilaksanakan memberikan dampak. Jangan hanya sekadar melaksanakan kegiatan, tetapi harus terlihat hasil dan manfaatnya bagi madrasah dan peserta didik,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan bahwa pengawas madrasah merupakan mitra strategis bagi kepala madrasah. Kehadiran pengawas diharapkan tidak hanya melakukan penilaian, tetapi juga membantu madrasah dalam mengidentifikasi persoalan sekaligus mencari solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Irwan, dalam sambutannya menyampaikan arah dan target penguatan pendidikan madrasah di Kota Bukittinggi. Salah satu target yang didorong adalah peningkatan kemampuan peserta didik dalam bidang keagamaan, khususnya hafalan Al-Qur’an.
Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2027 seluruh jenjang madrasah mampu mendorong peserta didik untuk memiliki tambahan hafalan minimal satu juz.
“Madrasah harus mampu melahirkan pembeda dalam karakter. Kita ingin anak-anak madrasah tidak hanya memiliki knowledge, tetapi juga memiliki value yang kuat,” ungkapnya.
H. Irwan menekankan pentingnya keseimbangan antara pengetahuan dan nilai dalam proses pendidikan. Kompetensi akademik harus berjalan beriringan dengan pembentukan mental dan karakter peserta didik.
Dengan demikian, madrasah diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, karakter, dan nilai-nilai kehidupan yang kuat.
“Kita ingin lahir anak-anak yang cerdas sekaligus berkarakter. Kompetensi akademik harus sejalan dengan pembentukan mental dan karakter,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan PKKM diharapkan seluruh kepala madrasah semakin mampu menjalankan kepemimpinan yang visioner, terukur, inovatif dan berdampak, sehingga madrasah terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul serta mampu menjawab kebutuhan generasi masa depan.
(Andreas)
Via
agama
Posting Komentar