pendidikan
Mengembalikan Ketulusan dan Cinta dalam Mendidik Generasi Rabbani
DETIKJAMGADANG.Com, Agam —Ratusan guru dan kepala Sekolah Dasar se-Kecamatan Kamang Magek antusias dalam mengikuti seminar pendidikan"Mendidik dengan Hati, Mengajar dengan Integritas" bertempat di aula Gedung Guru/TK/SD Kamang Magek, Jumat,16 Oktober 2026.
Turut hadir, pengawas Risna Nelly, M.Pd, Kepala KUK Kec. Kamang Magek. Nawarlis, S.Ag dan Team Lembaga Amil Zakat Ashpen yang menjembatani kehadiran narasumber Ust.Adriano Rusfi, Psikolog.
Mengawali acara dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan lagu Indonesia raya. Setelah itu dihantarkan oleh Ketua K3S Rodi, S.Ag.,M.Pd
"Acara ini terwujud berkat kolaborasi bersama LAZ Ashpen" katanya.
Sementara itu H.Nawarlis, S.Ag mempertegas peran serta kesungguhan para guru dalam mengajar dan semangat kolaborasi" kedepan kita tingkatkan semangat kolaborasi dan semangat kesungguhan dalam mendidik". Tuturnya.
Ustadz Adriano yang kerap dipanggil ustadz Aad
Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya menghadirkan sosok Guru yang Rabbani—seorang pendidik yang tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan mendidik dengan menjadikan Allah SWT sebagai sebaik-baiknya pendidik dan sumber inspirasi utama.
Menjadikan Cinta dan Ketulusan sebagai Kekuatan Pendidikan
Dalam sesi penyampaian materi, Ust. Adriano Rusfi menggarisbawahi bahwa kekuatan sejati dari sebuah pendidikan terletak pada rasa cinta dan ketulusan hati. Pendidik diimbau untuk memenuhi diri dengan kasih sayang agar proses belajar-mengajar dapat menyentuh jiwa para murid.
"Mendidik itu tulus. Jadilah pendidik, bukan sekadar pengajar," ungkap beliau.
Beliau juga mengingatkan pentingnya memberikan hak anak secara utuh, terutama pada masa usia dini (sebelum 7 tahun). Pada rentang usia ini, anak sejatinya diperlakukan bagaikan "raja" dilindungi, dipuaskan hak-hak kembangnya, serta dibimbing dengan kelembutan.
Selain itu, Ust. Adriano juga mengulas sejarah kejayaan pendidikan di Minangkabau yang pernah menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Pendidikan Minangkabau masa lalu dinilai memiliki keterhubungan yang kuat dengan nilai-nilai ketuhanan dan spiritualitas "tersambung dengan cerobong langit"
Untuk menjadi pendidik dan pembelajar sejati, beliau membagikan pesan mendalam mengenai ilmu:
"Jika ingin mendapatkan ilmu Allah yang sudah turun ke dunia, bacalah buku. Namun, jika ingin mendapatkan ilmu yang belum turun ke dunia, peganglah pena."
Melalui refleksi ini, para guru diajak untuk menata kembali niat dan kelapangan hati dalam menjalankan amanah mendidik anak bangsa, sehingga pendidikan tidak hanya menghasilkan manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter mulia dan berintegritas.
Pewarta : Z.R
Via
pendidikan
Posting Komentar