DETIKJAMGADANG.com
Bukittinggi--Penghulu tidak hanya berkutat dengan urusan pernikahan, tetapi juga memiliki ruang pengabdian yang luas dalam pemberdayaan umat dan pengembangan ekonomi syariah. Hal ini dibuktikan oleh Fauzan Azim, Penghulu Fungsional pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) Kota Bukittinggi, yang dikukuhkan sebagai pengurus Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (DPW IAEI) Provinsi Sumatera Barat.
Selasa, 27 Oktober 2026.
Pengukuhan yang berlangsung di Ballroom Anggun Nan Tongga Bank Indonesia, Padang, tersebut menjadi bentuk kepercayaan terhadap kiprah Fauzan Azim dalam mengembangkan potensi ekonomi umat, khususnya melalui pengelolaan wakaf produktif dan penguatan tata kelola aset wakaf.
Kepercayaan tersebut tidak terlepas dari inisiatif Fauzan Azim dalam mendirikan Yayasan Wakaf Produktif Centre (WPC), sebuah lembaga kemasyarakatan yang bergerak di bidang wakaf dan berkedudukan di Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi. Melalui lembaga ini, ia berupaya mendorong pengelolaan wakaf agar tidak hanya terjaga keberadaannya, tetapi juga mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Atas kiprah tersebut, Fauzan Azim dipercaya mengemban amanah di Bidang Pengembangan Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) DPW IAEI Provinsi Sumatera Barat. Penugasan ini sekaligus memperluas ruang kontribusinya serta mewakili Kemenag Kota Bukittinggi dalam mendukung pengembangan ekonomi Islam dan pemberdayaan masyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Irwan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta inovasi yang dilakukan Fauzan Azim. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa profesi penghulu memiliki peran strategis yang lebih luas daripada sekadar pelayanan administrasi dan pelaksanaan pernikahan.
“Penghulu tidak hanya berkutat dengan urusan nikah melulu, tetapi juga harus mampu menghadirkan sentuhan dan terobosan baru yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kehadiran penghulu hendaknya dirasakan melalui berbagai upaya yang memudahkan urusan umat dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkap H. Irwan.
Ia juga menyampaikan selamat dan sukses kepada Fauzan Azim atas amanah baru yang diemban. Ia berharap kepercayaan tersebut dapat dijalankan dengan baik serta semakin memperkuat kontribusinya dalam melayani umat dan masyarakat.
Lebih lanjut, H. Irwan berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi para penghulu dan aparatur sipil negara (ASN) lainnya di lingkungan Kementerian Agama Kota Bukittinggi untuk terus berinovasi, meningkatkan kompetensi, serta mengembangkan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh dari ASN, yang tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan aksi nyata yang berdampak bagi umat," pungkasnya.
Sementara itu, Fauzan Azim menjelaskan bahwa Yayasan Wakaf Produktif Centre yang dirintisnya telah mengalami perkembangan pesat dalam dua tahun terakhir. Selain berfokus pada pengembangan wakaf produktif, yayasan tersebut juga menghadirkan program layanan sertifikasi tanah wakaf secara gratis, tanpa memungut jasa dari masyarakat.
Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian yayasan terhadap pentingnya legalitas dan perlindungan aset wakaf. Pasalnya, masih terdapat tanah wakaf di tengah masyarakat yang belum memiliki sertifikat, sehingga berpotensi menghadapi persoalan administrasi maupun hukum di kemudian hari.
Melalui layanan tersebut, Yayasan WPC berupaya membantu masyarakat mengamankan aset wakaf agar memiliki kepastian hukum dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan umat.
Kiprah Fauzan Azim menjadi gambaran bahwa pengabdian seorang penghulu dapat melampaui batas tugas formalnya. Dengan inovasi, kepedulian, dan kolaborasi, penghulu dapat mengambil peran dalam penguatan ekonomi syariah, perlindungan aset wakaf, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(Andreas)
Via
kemenag
Posting Komentar