pendidikan
Bedah Buku PAI, Kemenag Bukittinggi Dorong Maksimalkan KBC
DETIKJAMGADANG.Com Bukittinggi--Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar terus diperkuat melalui kegiatan Bedah Buku Mata Pelajaran PAI SD se-Kota Bukittinggi yang bekerja sama dengan Penerbit Airlangga.
Bertempat di SD 03 Pakan Kurai.
Sabtu, 17 Oktober 2026.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam, H. Tamrin yang sekaligus menyampaikan sambutan pada acara tersebut.
Kegiatan bedah buku ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat pemahaman guru terhadap materi pembelajaran, penyelarasan kurikulum serta pengembangan metode pengajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. Melalui kegiatan ini, guru diharapkan tidak hanya memahami isi buku ajar, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara kreatif, kontekstual, dan bermakna dalam proses pembelajaran di kelas.
Dalam sambutannya, H. Tamrin menegaskan bahwa guru PAI memiliki tanggung jawab besar untuk memahami dan mendalami kurikulum secara utuh, sehingga nilai-nilai pendidikan agama tidak sekadar disampaikan sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar tertanam dalam sikap dan perilaku peserta didik.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran PAI. Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya ditujukan kepada peserta didik, tetapi juga perlu diterapkan oleh tenaga pendidik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
“Kurikulum Berbasis Cinta harus menjadi bagian dari cara kita mendidik dan berinteraksi. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga menghadirkan keteladanan, kepedulian, kesabaran dan kasih sayang dalam proses pembelajaran. Nilai-nilai tersebut harus tumbuh dalam diri pendidik terlebih dahulu sebelum ditanamkan kepada peserta didik,” tegas H. Tamrin.
Ia menambahkan, pembelajaran PAI yang berkualitas bukan semata-mata diukur dari kemampuan peserta didik menjawab soal atau menguasai materi, melainkan juga dari perubahan sikap, penguatan akhlak, dan penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, guru perlu mengintegrasikan pemahaman kurikulum, penguasaan materi, metode pembelajaran yang tepat, serta keteladanan dalam mendidik.
Melalui kegiatan bedah buku ini, para guru PAI diharapkan dapat memperkaya wawasan, menyamakan persepsi terhadap materi ajar, serta memperoleh inspirasi untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Kerja sama dengan Penerbit Airlangga juga menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman terhadap penggunaan buku ajar sebagai salah satu sumber pendukung pembelajaran.
Kementerian Agama Kota Bukittinggi terus mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru PAI sebagai bagian dari upaya membangun pendidikan agama yang berkualitas. Guru yang memahami kurikulum, memiliki semangat belajar, dan mengedepankan nilai-nilai cinta diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, membangun karakter, serta menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap ajaran agama.
"Mari manfaatkan bedah buku ini tidak hanya sebagai pembahasan materi ajar, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat peran guru PAI sebagai pendidik sekaligus teladan dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.
(Andreas)
Via
pendidikan
Posting Komentar