DETIKJAMGADANG.com Bukittinggi, Humas--Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Irwan, secara resmi membuka kegiatan orientasi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi dan UIN Syekh M. Djamil Djambek Bukittinggi. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Padang ini diikuti oleh 34 orang PPPK dari kedua instansi tersebut.
Bertempat di Aula Kantor Kemenag setempat.
Senin, 19 Oktober 2026.
Dalam kegiatan itu, H. Irwan didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha, Hj. Tri Andriani Djusair, serta Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Husnul Bashir. Orientasi ini menjadi momentum penting bagi para PPPK untuk memahami kebijakan pemerintah, memperkuat profesionalisme, serta meneguhkan komitmen dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Dalam arahannya, H. Irwan menegaskan bahwa status sebagai PPPK bukan sekadar bentuk kepegawaian, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas dan dedikasi. Seiring perhatian negara terhadap kesejahteraan ASN, ia mengingatkan pentingnya peningkatan performa dan kinerja yang berorientasi pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Perhatian negara terhadap kesejahteraan ASN harus diiringi dengan peningkatan tanggung jawab, disiplin dan kinerja. Setiap PPPK harus mampu menunjukkan profesionalisme serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan institusi dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” tegasnya.
Lebih lanjut, H. Irwan menyampaikan bahwa aparatur Kementerian Agama memiliki tanggung jawab strategis dalam mendekatkan masyarakat dengan ajaran agama serta mendukung pembangunan di bidang keagamaan. Karena itu, setiap pegawai diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga memberikan manfaat dan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya membangun harmonisasi kehidupan beragama melalui penguatan moderasi beragama. Menurutnya, sikap saling menghormati, menghargai perbedaan dan menjaga kearifan lokal merupakan fondasi penting dalam merawat kerukunan serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Selain itu, H. Irwan mengingatkan pentingnya komitmen terhadap ekoteologi, yakni kesadaran bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan. Ia mendorong para PPPK untuk menumbuhkan kepedulian terhadap alam melalui tindakan nyata, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“ASN Kementerian Agama harus hadir sebagai teladan, tidak hanya dalam memberikan pelayanan dan membangun kehidupan beragama yang harmonis, tetapi juga dalam menjaga lingkungan. Nilai-nilai agama harus tercermin dalam perilaku, kepedulian sosial dan tanggung jawab kita terhadap kelestarian alam,” tambahnya.
"Mari pahami kebijakan pemerintah, internalisasikan nilai-nilai dasar ASN, serta tingkatkan kompetensi dan etos kerja dalam menjalankan tugas. ASN harus mampu menjadi aparatur yang profesional, moderat, berintegritas dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," ajaknya.
In Syaa Allah, kegiatan orientasi ini menjadi langkah strategis untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, sekaligus memperkuat peran Kementerian Agama dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang berdampak, menjaga kerukunan umat, serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis dan peduli terhadap kelestarian lingkungan," pungkasnya.
(Andreas)
Via
kemenag
Posting Komentar