DETIKJAMGADANG.com Bukittinggi--Komitmen melahirkan generasi Qur’ani yang cerdas, berprestasi dan berakhlakul karimah terus diperkuat Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Bukittinggi. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan kegiatan Hafalan Syahadah Tahfizh yang diikuti sebanyak 165 murid MIN Bukittinggi.
Bertempat di Aula MAN 2 Bukittinggi.
Sabtu, 7 November 2026).
Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi, evaluasi sekaligus validasi terhadap capaian hafalan Al-Qur’an para murid. Lebih dari itu, Syahadah Tahfizh juga menjadi bagian dari syiar Al-Qur’an dan upaya menanamkan kecintaan terhadap Kalamullah sejak usia dini, sehingga Al-Qur’an tidak hanya dihafalkan, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Irwan, didampingi Pengawas Madrasah, Azwarman, dan Kepala MIN Bukittinggi, Hj. Elvi Rahmi. Turut hadir seluruh kepala madrasah, tenaga pendidik dan kependidikan MIN Bukittinggi, Ketua Komite, serta para orang tua murid yang memberikan dukungan penuh terhadap program tahfizh tersebut.
Dalam arahannya, H. Irwan menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala MIN Bukittinggi, seluruh ustaz dan ustazah, serta panitia pelaksana yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. Apresiasi khusus juga disampaikan kepada 165 peserta syahadah dan para orang tua yang telah menunjukkan semangat serta komitmen dalam mendukung anak-anak menghafal Al-Qur’an.
Menurut H. Irwan, menghafal Al-Qur’an merupakan salah satu kekuatan penting dalam membangun peradaban. Anak-anak yang tumbuh dengan nilai-nilai Al-Qur’an akan memiliki fondasi kehidupan yang kuat, tidak hanya dari sisi keilmuan dan intelektualitas, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan akhlak mulia.
"Dengan demikian, pendidikan tahfizh memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang cerdas, berintegritas dan berlandaskan nilai-nilai agama," ungkap H. Irwan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa para penghafal Al-Qur’an memiliki keistimewaan, di antaranya memperoleh keberkahan dan kemudahan dalam menjalani kehidupan. Hafalan Al-Qur’an juga melatih daya ingat, membersihkan hati, serta menjadi pengingat dan pengarah dalam bersikap maupun bertindak.
"Nilai-nilai Al-Qur’an akan menjadi cahaya yang membimbing seseorang agar senantiasa berada di jalan kebaikan," terangnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keutamaan menghafal Al-Qur’an tidak hanya menjadi kebanggaan bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi kemuliaan bagi keluarga. Salah satunya adalah keistimewaan bagi kedua orang tua yang kelak mendapatkan kemuliaan berupa mahkota sebagai balasan atas kesungguhan anaknya dalam menghafal Al-Qur’an.
"Selamat mengikuti syahadah tahfizh. Mari tingkatkan hafalannya dan senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur'an. Kepada para orang tua, kami mengajak untuk senantiasa mendukung dalam menumbuhkan kecintaan anak terhadap Al-Qur’an. Kepada para guru agar tidak pernah lelah membimbing dan mendampingi proses hafalan murid. Ini adalah investasi jangka panjang, yang bukan hanya memperoleh keberkahan serta keberuntungan di dunia, namun sampai ke akhirat, In Syaa Allah," ajaknya.
"Semoga kegiatan ini bukan hanya sebagai kegiatan seremonial maupun pencapaian jumlah hafalan semata, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat karakter Qur’ani dalam kehidupan para murid. Sebab, keberhasilan pendidikan tahfizh sejatinya bukan hanya melahirkan anak-anak yang mampu menghafal banyak ayat dan juz, melainkan generasi yang mampu memahami, mencintai, mengamalkan serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Dari madrasah inilah diharapkan lahir generasi cerdas Qur’ani yang membawa cahaya kebaikan bagi keluarga, masyarakat, agama dan bangsa," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala MIN Bukittinggi, Hj. Elvi Rahmi, menjelaskan bahwa dari hasil pendataan awal terhadap seluruh kelas, tercatat sebanyak 183 murid yang mengikuti tahapan penjaringan peserta Syahadah Tahfizh. Setelah melalui berbagai proses seleksi, evaluasi dan uji kelayakan hafalan, sebanyak 165 murid dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti kegiatan syahadah tahun ini.
Ia menambahkan, para peserta memiliki capaian hafalan yang beragam, mulai dari 1 hingga 7 juz.
"Hasil penilaian dikelompokkan ke dalam beberapa kategori, yakni Mumtaz (istimewa), Jayid Jidan (sangat baik), Jayid (baik), dan Maqbul (cukup). Pengelompokan tersebut menjadi gambaran capaian masing-masing peserta sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas hafalan Al-Qur’an," terang Hj. Elvi Rahmi.
"Terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi beserta jajaran, seluruh guru, panitia pelaksana, serta orang tua yang telah memberikan dukungan terhadap program tahfizh MIN Bukittinggi. Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh murid yang telah berjuang dengan sungguh-sungguh menghafal dan menjaga Kalam Allah di dalam dada anada semua," ulasnya.
(Andreas)
Via
agama
Posting Komentar