agama
Hotnews
pendidikan
Bantu Rizcy Rahmad Tifatul Berjuang Meraih Mimpi Kuliah di Al-Azhar Mesir
Padang Pariaman: detikjamgadang– Di tengah keterbatasan ekonomi yang dihadapi keluarganya, semangat Rizcy Rahmad Tifatul untuk menuntut ilmu tidak pernah surut. Santri lulusan Pondok Pesantren Thawalib Parabek tahun 2026 itu kini tengah berjuang mewujudkan cita-citanya melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, salah satu perguruan tinggi Islam tertua dan paling bergengsi di dunia.
Rizcy, yang akrab dipanggil Rizcy, merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Ia berasal dari Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Kehidupan keluarganya berubah ketika sang ayah meninggal dunia saat dirinya masih duduk di bangku kelas 3 Tsanawiyah. Bahkan, pada saat itu Rizcy sendiri yang mengimami shalat jenazah ayahnya.
Sejak kepergian sang ayah, ibunya menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai penjual keliling di kampung untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anaknya.
Perjalanan pendidikan Rizcy di Thawalib Parabek tidaklah mudah. Selama enam tahun menuntut ilmu di pesantren tersebut, ia beberapa kali menghadapi kesulitan biaya. Bahkan pernah dipulangkan ke rumah karena tunggakan SPP yang belum mampu dilunasi. Namun berkat bantuan para dermawan dan semangat yang tak pernah padam, Rizcy akhirnya dapat melanjutkan pendidikan hingga berhasil menamatkan studinya.
Menurut gurunya di Thawalib Parabek Ustadz Abdurrahman,LC,MA, Rizcy dikenal sebagai santri yang memiliki kesungguhan luar biasa dalam menuntut ilmu.
“Selama lebih dari dua tahun saya mengajarnya, Rizcy sering meminta tambahan pelajaran di luar jam belajar resmi. Ia sangat antusias mempelajari fikih dan ilmu-ilmu syariah lainnya. Bahkan hingga malam hari, ia masih meluangkan waktu untuk belajar,” ungkap salah seorang guru yang cukup dekat dengannya.
Di lingkungan pesantren, Rizcy juga aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan. Ia sering dipercaya menjadi muazin, pembaca Al-Qur’an, pembaca doa dalam berbagai acara, hingga imam salat tarawih pada bulan Ramadan. Selain memiliki suara yang merdu, Rizcy juga dikenal sebagai penghafal Al-Qur’an yang tekun.
Prestasi yang diraihnya pun cukup membanggakan. Pada tahun lalu, Rizcy menjadi salah satu perwakilan Sumatera Barat dalam ajang Kompetisi Musabaqah Cendekia Nasional di Sulawesi. Ia juga tergabung dalam tim debat bahasa Arab yang mewakili Thawalib Parabek dalam berbagai perlombaan tingkat nasional.
Berkat kegigihan dan persiapan yang matang, Rizcy mengikuti berbagai program bimbingan belajar dan seleksi masuk Al-Azhar Mesir. Setelah melalui rangkaian tes, pada 20 April 2026 ia dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan proses pemberkasan menuju Universitas Al-Azhar Kairo.
Namun, jalan menuju negeri para ulama tersebut masih menghadapi tantangan besar. Rizcy membutuhkan biaya persiapan keberangkatan sebesar Rp40.950.000, di luar kebutuhan biaya hidup selama menempuh pendidikan di Mesir.
Meski demikian, Rizcy tidak ingin menyerah pada keadaan. Ia terus berusaha dan berharap dukungan dari para dermawan agar cita-citanya menimba ilmu di Al-Azhar dapat terwujud.
“Rizcy adalah pribadi yang tekun, berakhlak baik, memiliki potensi besar, dan layak mendapatkan dukungan untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi,” tambah gurunya.
Melalui kisah perjuangan ini, Rizcy mengajak para dermawan untuk turut mengambil bagian dalam perjuangan menuntut ilmu. Setiap bantuan yang diberikan diharapkan menjadi investasi amal jariah yang pahalanya terus mengalir.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh.” (HR Muslim).
Dari rumah sederhana di Kayu Tanam, Rizcy Rahmad Tifatul membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi.
Dengan doa dan dukungan banyak pihak, ia berharap dapat melanjutkan langkahnya menuju Al-Azhar Mesir dan kelak kembali mengabdi untuk umat dan bangsa.
Salurkan melalui :
BSI : 7191738556
a.n Rizcy Rahmad tifatul:
Pewarta : Z.R
Via
agama
Posting Komentar