Bukittinggi detikjamgadang_Dalam rangka menyambut dan memeriahkan tahun baru 1 Muharam 1448 H/2026 M, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Irwan didampingi Kepala Seksi Bimas Islam, H. Zulfikar dan Penyelenggara Zakat Wakaf, Husnul Bashir menghadiri kegiatan Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi.
Bertempat di Masjid Jamik Tigo Baleh. Rabu, 17 Juni 2026.
Kegiatan juga dihadiri oleh Wakil Walikota Bukittinggi, H. Ibnu Asis beserta jajaran, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Ketua MUI, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, Kepala SKPD, Ketua PHBI, Kepala KUA, ASN Pemko dan Kemenag serta siswa-siswi perwakilan sekolah se-kota Bukittinggi.
Wakil Walikota Bukittinggi, H. Ibnu Asis dalam sambutannya menyampaikan pergantian tahun baru Islam selalu menjadi momentum emas untuk muhasabah atau berkaca diri, sejauh mana sudah melangkah dan kemana arah yang dituju.
Ia menambahkan, tahun 1448 Hijriyah terasa jauh lebih istimewa dan sarat akan makna bagi Kota Bukittinggi.
"Tahun ini, Jam Gadang sebagai ikon kebanggaan Bukittinggi genap berdiri kokoh selama satu abad atau seratus tahun. Sembari menatap kekokohannya yang melintasi zaman, mari kita resapi bahwa Jam Gadang bukan sekadar menara jam penanda waktu, ia adalah saksi bisu pasang surut sejarah, simbol keteguhan dan menara pengingat bagi masyarakat Kota Bukittinggi untuk selalu berjalan di atas rel kebenaran," terang H. Ibnu Asis
"Tema yang kita usung hari ini sangatlah mendalam, "Satu Abad Jam Gadang: Mengokohkan Falsafah Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah menuju Generasi Gemilang ". Satu abad jam gadang mengingatkan kita bahwa sekencang apapun arus modernisasi dan globalisasi menghantam kota ini, fondasi hidup kita tidak boleh bergeser seincipun," jelasnya
H. Ibnu Asis menambahkan, bahwa Falsafah ABS-SBK adalah jangkar. Adat yang dijalani haruslah bersendikan syari'at Islam, dan syari'at Islam bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah.
"Ketika waktu terus berputar seperti jarum jam gadang, tugas berat kita hari ini adalah memastikan estafet nilai-nilai luhur ini sampai ke tangan anak cucu kita. Kita tidak ingin melahirkan generasi yang cerdas teknologi, tetapi rapuh secara akidah. Kita tidak ingin melihat generasi muda yang modern secara penampilan, namun asing dengan adat tradisi dan agamanya sendiri," ulasnya
"Melalui momentum tabligh akbar ini, kami mengajak kita semua, mari kita bahu membahu mempersiapkan generasi emas yang gemilang. Gemilang imannya, gemilang budayanya, dan gemilang intelektualnya," ajaknya
"Mari kita jadikan tahun 1448 Hijriyah sebagai tahun kebangkitan spritualitas warga Bukittinggi. Marai ramaikan masjid, kokoh kan tali silaturrahmi. Jaga kota Bukittinggi agar tetap diberkahi, kota wisata yang religius dan kota yang nyaman bagi semua," imbuhnya
"Selamat tahun baru Islam, 1 Muharam 1448 Hijriyah. Semoga Allah senantiasa membimbing langkah kita, menguatkan adat dan syara', dan meridhai segala upaya kita dalam mencetak generasi Bukittinggi yang gemilang di masa depan," pungkasnya
Sementara itu Kakan Kemenag Kota Bukittinggi, H. Irwan mengajak agar menjadikan momentum tahun baru sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.
Mari ambil hikmah hijrah, untuk menciptakan hari yang lebih baik dari kemarin. Konsepnya adalah, apabila hari kemarin sama dengan hari ini, maka ia adalah orang yang merugi," tegasnya
"Semoga melalui momentum tahun baru ini kita semua memperoleh keberkahan duniawi dan keselamatan ukhrawi," harapnya
H. Alber Nasir selaku penceramah menyampaikan, bahwa momen tahun baru mengingatkan kita kepada 3 Kesadaran, yaitu kesadaran waktu, kesadaran sejarah dan kesadaran Ilahiah.
Ia menambahkan, ada tiga lapisan kesadaran waktu, yaitu waktu sejarah, waktu masyarakat dan waktu individu.
(Andreas)
Via
Agama
Posting Komentar