Bukittinggi: detikjamgadang– Semangat hijrah dan kepedulian sosial mewarnai kegiatan silaturahmi gabungan Kelompok Mengaji As-Sunnah Sarojo dan Kelompok Mengaji Mushalla An-Nur Belakang Balok yang digelar di Mushala Surau Lurah, Sarojo Kelurahan Campago Guguak Bulek Kota Bukittinggi, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang mempertemukan dua kelompok pengajian tersebut bertujuan mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan semangat menuntut ilmu agama, serta memperkuat sinergi dalam berbagai gerakan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut pembina kelompok mengaji, Rusman Edi, S. Ag., M.Pd., Penyuluh Agama Fatmawati, S.H.I., Penyuluh Agama Muda Muhammad Rafi, SE, tokoh masyarakat, serta perwakilan LAZ Ashpen
Dalam tausiyahnya, Rusman Edi mengajak jamaah menjadikan momentum awal Tahun Baru Islam 1 Muharram sebagai sarana memperkuat keimanan, menambah ilmu, serta meningkatkan amal saleh dan kepedulian sosial.
“Awal Muharram ini menjadi momentum untuk merajut dan memperkuat silaturahmi antara dua kelompok tahsin, yaitu An-Nur dan As-Sunnah. Mari kita tingkatkan iman, ilmu, dan amaliah, sekaligus memperkuat kesadaran serta solidaritas kepada sesama. Mudah-mudahan hari ini kita menjadi pribadi yang lebih baik daripada hari kemarin,” ujarnya.
Rusman Edi menjelaskan bahwa Kelompok Mengaji As-Sunnah telah aktif sejak sekitar tahun 2011, sedangkan Kelompok Mengaji An-Nur Belakang Balok mulai berjalan pada awal tahun 2025. Kedua kelompok ini tidak hanya fokus pada pembelajaran Al-Qur’an dan perbaikan bacaan, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas ibadah serta membangun kesalehan sosial melalui berbagai program kemasyarakatan.
Menurutnya, antusiasme para jamaah, khususnya kaum ibu, sangat tinggi dan menjadi energi positif untuk terus mengembangkan program-program pembinaan keagamaan dan sosial. Misalnya program Qurban bersama.
“Ke depan kami berencana memperluas kegiatan sosial, di antaranya program qurban dan kepedulian terhadap anak yatim di Kota Bukittinggi. Bentuknya bisa berupa bantuan pendidikan, kebutuhan harian, maupun dukungan lainnya yang bermanfaat bagi mereka,” tambahnya.
Kegiatan silaturrahmi ini juga mendapat apresiasi dari Ketua RT setempat, Azwir, yang menilai kegiatan silaturahmi dan pembinaan seperti ini sangat penting dalam membangun kebersamaan dan kekompakan masyarakat.
“Kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat. Kalau memungkinkan, kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin, misalnya satu kali dalam sebulan,” ujarnya.
Selain mempererat silaturahmi, kegiatan juga diisi dengan pemaparan program sosial dan keagamaan oleh tim LAZ Ashpen yang diwakili oleh Zulfamiadi, Sri, dan Annisa.
Dalam kesempatan tersebut, Zulfamiadi menjelaskan bahwa Ashpen sebagai lembaga zakat resmi berkomitmen menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan para donatur dengan masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan.
“Ashpen mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam gerakan keumatan melalui program zakat, qurban, santunan yatim, penanggulangan bencana, serta berbagai kegiatan sosial dan keagamaan lainnya,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Ashpen selama ini aktif dalam penanganan bencana, baik melalui bantuan tanggap darurat maupun program pemulihan pascabencana.
“Alhamdulillah, selain menyalurkan bantuan saat terjadi bencana, Ashpen juga telah membangun tiga unit hunian tetap bagi korban bencana sebagai bagian dari upaya pemulihan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai bentuk penguatan gerakan sosial dan kepedulian umat, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan sertifikat qurban kepada para peserta qurban Kelompok Mengaji As-Sunnah Sarojo yang telah berpartisipasi dalam program GoQurban Pelosok Ashpen. Program ini merupakan upaya pemerataan distribusi hewan qurban kepada masyarakat di daerah-daerah yang masih minim pelaksanaan qurban.
Pada kesempatan yang sama, tim Ashpen juga membuka penggalangan donasi untuk pembangunan Rumah Yatim Ashpen yang berlokasi di Gadut, Kabupaten Agam. Program tersebut mendapat sambutan positif dari para jamaah sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan, pembinaan, dan kesejahteraan anak-anak yatim.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan kekeluargaan tersebut ditutup dengan makan bersama seluruh peserta. Momen kebersamaan itu semakin mempererat hubungan silaturahmi antara jamaah kedua kelompok pengajian, tokoh masyarakat, penyuluh agama, serta para pegiat sosial yang hadir.
Melalui kegiatan ini, semangat hijrah diharapkan tidak hanya diwujudkan dalam peningkatan kualitas ibadah dan keimanan pribadi, tetapi juga tercermin dalam kepedulian sosial, semangat berbagi, serta kontribusi nyata untuk membantu sesama dan membangun masyarakat yang lebih baik.
Pewarta :Z.R
Via
Agama
Posting Komentar