Bukittinggi,detikjamgadang--Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Irwan didampingi Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Bukittinggi, Fakhri dan Kepala Urusan Tata Usaha, Furqan EN menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Workshop MTsN 2 Bukittinggi.
Selasa, 9 Juni 2026.
Mengawali sambutannya, H. Irwan menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebutkan, sesuai dengan tema yang diusung, bahwa digitalisasi pembelajaran merupakan sebuah keniscayaan yang harus diterapkan dalam proses pendidikan, mengingat teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
“Digitalisasi pembelajaran bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Guru harus mampu beradaptasi agar pembelajaran tetap relevan dan bermakna bagi peserta didik,” tegas H. Irwan
"Pemegang IT, internet dan dunia Maya akan mampu mengendalikan dunia. Namun, kecerdasan tersebut laksana pisau sebagai alat kemajuan. Ia akan membahayakan ditangan orang yang tidak tepat, yang tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga membahayakan orang lain," imbuhnya
"Para guru, tenaga pendidik dan kependidikan harus melek teknologi. Mari sesuaikan diri dengan perkembangan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mari saling berbagi, belajar dan mengajari. Karena ke depan ini merupakan kompetisi yang dihadapkan kepada generasi muda hari ini," ulasnya
Menyikapi kemajuan teknologi, H. Irwan menegaskan bahwa manusia harus punya kendali, sehingga Kementerian Agama telah melakukan ikhtiar dengan melahirkan kurikulum berbasis cinta.
"Melalui kurikulum berbasis cinta dilakukan penyempurnaan, meski target dalam UU sistem pendidikan nasional sama, yaitu melahirkan siswa-siswi berkarakter. Penekanan kurikulum berbasis cinta, bagaimana etika seimbang dengan integritas, kecerdasan matching dengan kejujuran. Jangan sampai timpang, karena kita sering mamanage otaknya, namun jarang memanage cintanya," tambahnya
"Orang yang cinta kepada Tuhan tidak mungkin tidak berintegritas. Orang yang cinta kepada sesama manusia tidak mungkin saling membenci. Orang yang cinta kepada alam, tidak mungkin merusak alam. Orang yang cinta kepada tanah air, sudah pasti melakukan pengabdian dan berkhidmat untuk bangsanya," ungkapnya
"Untuk itu, pastikan produk madrasah cerdas otaknya dan hatinya dipenuhi cinta. Mengaktifkan cinta sama dengan mengaktifkan kalbu. Kalau kalbunya aktif, maka ketika ia melakukan kepintaran dengan teknologi yang ia kuasai, ia pasti memikirkan Tuhan, manusia, alam dan tanah airnya. Kalau tidak, ia sama dengan bom waktu. Orang cerdas tanpa iman sama dengan bayi yang membawa peledak aktif, yang akan menghancurkan dirinya dan orang lain," tegasnya.
"Kalau cinta sudah aktif, ketika menjadi pejabat, tidak akan menganiaya. Kalau menjadi orang kaya pasti membantu. Kalau jadi orang hebat, ia menyayangi dan ketika menjadi pengusaha besar, ia tidak merusak hutan. Untuk itu, kecerdasan harus dibarengi dengan nilai-nilai cinta. Dengan kurikulum berbasis cinta, mari transfer cinta kepada siswa-siswi madrasah dengan memulainya dari diri sendiri," ajaknya
"Untuk membangun pendidikan yang baik, guru sebagai salahsatu sumber knowledge, sumber pengetahuan, maka strategi pertama adalah ifdak binafsih atau memulai dari diri sendiri. Karena guru adalah publik figur dan teladan dilingkungan madrasah serta di tengah masyarakat," terangnya
H. Irwan selanjutnya menjelaskan, untuk mencapai tujuan tersebut dengan membangun tiga hal yaitu, jangan lelah dengan masa lalu, jangan cemas dengan masa depan dan nikmati apa yang ada hari ini.
"Jangan sampai kita dibuat lelah oleh masa lalu. Mari tetap kemajuan yang ada di depan, yang berlalu biarlah berlalu. Jangan pula cemas dengan masa depan, karena tugas manusia adalah bekerja, berusaha dan tawakkal kepada Allah. Terakhir, nikmati apa yang ada hari ini dan jangan memperturutkan nafsu," ungkapnya
"Selamat mengikuti kegiatan, semoga Allah memberikan keberkahan," tandasnya
Sementara itu, Kepala MTsN 2 Bukittinggi, Fakhri dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Kakan Kemenag dan Kasi Pendidikan Madrasah yang selalu mendukung kegiatan di madrasah. Ia menambahkan disela-sela kesibukan dalam melaksanakan tugas, Kakan Kemenag masih menyempatkan hadir pada kegiatan tersebut.
Fakhri menambahkan, kegiatan ini mengusung tema "Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk Transformasi Pembelajaran Menuju Siswa yang Cerdas dan Berkarakter.”
(Andreas)
Via
agama
Posting Komentar