Detikjamgadang,Bukittinggi--Upaya meningkatkan mutu pendidikan di pondok pesantren sekaligus mempersiapkan peringatan Hari Santri Tahun 2026, dikemas melalui kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) yang dipimpin oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Zulfabriandi. Kegiatan dihadiri oleh seluruh pimpinan pondok pesantren se-Kota Bukittinggi.
Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi.
Selasa, 6 Oktober 2026.
Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk membangun komunikasi, menyamakan persepsi, sekaligus memperkuat sinergi antara Kementerian Agama dengan seluruh pondok pesantren dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan keagamaan di Kota Bukittinggi.
Dalam pertemuan tersebut dibahas dua agenda utama, yakni evaluasi penyelenggaraan pendidikan pondok pesantren serta persiapan peringatan Hari Santri Tahun 2026.
Zulfabriandi menyampaikan, evaluasi penyelenggaraan pendidikan penting dilakukan secara berkala agar pengelolaan pendidikan di pondok pesantren semakin berkualitas, tertib dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan generasi masa kini.
“Melalui Ngopi ini kita ingin membangun komunikasi yang lebih intensif dengan pimpinan pondok pesantren. Berbagai persoalan yang dihadapi dapat dibahas bersama sehingga ditemukan solusi dan langkah perbaikan yang dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan pesantren,” ujarnya.
Selain evaluasi pendidikan, pembahasan juga difokuskan pada persiapan pelaksanaan Hari Santri Tahun 2026. Zulfabriandi menyebutkan, tema Hari Santri tahun ini adalah “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.”
Menurutnya, tema tersebut memiliki pesan penting bahwa santri tidak hanya memiliki peran dalam penguatan kehidupan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian strategis dalam membangun bangsa menuju Indonesia Emas.
“Santri memiliki kontribusi besar dalam pembangunan bangsa. Karena itu, peringatan Hari Santri hendaknya tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat pengabdian, kepedulian, dan kontribusi santri bagi masyarakat dan negara,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa Apel Akbar Hari Santri Tahun 2026 akan dilaksanakan pada Kamis, 22 Oktober 2026, secara serentak di seluruh Indonesia. Untuk itu, seluruh pondok pesantren di Kota Bukittinggi diharapkan dapat mempersiapkan dan berpartisipasi aktif dalam rangkaian peringatan tersebut.
Kegiatan Ngopi ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menghasilkan langkah-langkah konkret dalam memperkuat tata kelola dan mutu pendidikan pesantren, sekaligus membangun kebersamaan dalam menyukseskan peringatan Hari Santri di Kota Bukittinggi.
Dengan sinergi yang semakin kuat antara Kemenag dan pondok pesantren, pendidikan pesantren diharapkan semakin berkualitas, adaptif dan mampu melahirkan generasi santri yang berilmu, berakhlak, mandiri serta memiliki kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
(Andreas)
Via
kemenag
Posting Komentar